Senin, 18 Mei 2026, pukul : 04:21 WIB
Surabaya
--°C

Khofifah Pastikan Stok BBM dan LPG 3Kg di Jatim Aman

SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Khofifah Indar Parawansa memastikan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) maupun elpiji 3 kg di Jawa Timur dalam kondisi cukup dan aman. Karena itu ia meminta masyarakat tidak panik atau membeli BBM secara berlebihan (panic buying).

Menurut Khofifah, pihak Pertamina melalui Pertamina Niaga Wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) telah menjamin bahwa stok BBM di wilayah Jawa Timur dalam posisi cukup. Dimana rata-rata berada di posisi dari 10 sampai sekitar 30 sampai 40 hari.

“Artinya semisal ada gangguan, stok BBM masih bisa bertahan sampai 30 hari ke depan,” kata Khofifah dalam Rakor Pengamanan Stok  BBM dan Elpiji 3 Kg di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (1/9).

Bahkan, lanjut Khofifah, tidak hanya stok yang aman, pihak Kepolisian maupun TNI juga telah menjamin bahwa proses distribusi BBM maupun elpiji ini akan dijaga keamanannya sehingga tersalurkan dengan baik dan lancar.

“Bahwa hasil koordinasi kami dengan Pertamina sampai dini hari tadi kemudian rakor yang baru saja ini, sekali lagi kami pastikan stok BBM dan elpiji di Jatim aman. Masyarakat mohon tenang dan kami menjamin ibu-ibu bisa mendapatkan elpiji 3 kg dengan baik,” imbuhnya.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat memimpin Rakor Pengamanan Stok BBM dan Elpiji 3 Kg di Gedung Negara Grahadi, Kamis (1/9).

Berdasarkan data dari Pertamina Niaga Jatimbalinus, kab/kota di Jatim pengguna pertalite tertinggi adalah Kota Pasuruan dimana real vs kuota YTD sebesar 147%. Kemudian kab/kota di Jatim pengguna solar JBT tertinggi yakni Kota Malang dimana real vs kuota YTD sebesar 129%. Sedangkan Pengguna LPG tertinggi di Jatim yakni Kab. Pacitan di mana real vs kuota YTD sebanyak 108%.

Khofifah juga meminta kepada Bupati/Wali Kota di Jatim untuk ikut mengawal agar distribusi BBM di daerah aman. Terutama stok BBM untuk para nelayan ataupun alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi para petani. Untuk itu Nilai Tukar Nelayan (NTN) dan Nilai Tukar Petani (NTP) di Jatim harus dijaga dengan baik.

Khofifah menegaskan bahwa kebutuhan BBM alsintan harus terpenuhi. Sebab, saat ini dunia tengah menghadapi krisis pangan global yang harus diwaspadai bersama. Meskipun produksi padi tahun 2020 – 2021 Jawa Timur tertinggi secara nasional, namun produktivitas petani dan nelayan  tetap harus dijaga.

“Termasuk NTN (Nilai Tukar Nelayan) dan NTP (Nilai Tukar Petani) harus dijaga . Sekali lagi BBM untuk mengoperasikan alsintan bagi petani dan solar untuk nelayan mohon dijaga supplainya dengan baik,” pinta Khofifah.

Mantan Mensos RI ini juga meminta Bupati/Wali Kota untuk ikut menjaga agar masalah BBM dan elpiji ini tidak mempengaruhi inflasi lebih dalam lagi. Serta mencegah terjadinya kedalaman volatile food atau inflasi komponen bergejolak. Hal ini karena sektor transportasi memiliki signifikanisi terhadap inflasi di daerah.

Di tempat yang sama, Executive GM PT Pertamina Niaga Jatimbalinus Deny Djukardi mengatakan, pihaknya telah melakukan sejumlah langkah untuk menghadapi adanya wacana kenaikan harga BBM. Yaitu melalui koordinasi, baik dengan wilayah maupun pusat untuk pemenuhan kebutuhan di enam terminal BBM di wilayah Jawa Timur.
“Saya pantau per tadi pagi masing-masing terminal stok cukup, max supply pun sudah terencana dengan baik,” katanya.

Selain itu, PT. Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus juga menginstruksikan kepada SPBU untuk melakukan penyaluran secara normal kepada masyarakat agar tepat sasaran. Kemudian melakukan build up Stock di Terminal BBM / LPG dan SPBU untuk mencegah terjadinya kekosongan akibat panic buying dari masyarakat serta memastikan tersediannya LO SPBU.

“Kami juga melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi secara rutin Bersama tim dari Pemda. Pertamina siap melakukan operasi pasar LPG 3 kg jika diperlukan sesuai dengan hasil koordinasi dengan Pemda setempat,” ujarnya.

Tidak hanya itu. Pertamina juga akan mensiagakan Mobil Tangki dan Awak Mobil Tangki untuk menghadapi lonjakan permintaan  dari SPBU.

“Kami selalu koordinasi baik dengan wilayah maupun dengan pusat untuk pemenuhan kebutuhan. Distribusi juga terpantau aman dan next supply pun sudah terencana dengan baik. Sehingga dapat disampaikan untuk kebutuhan BBM atau cadangan yang ada di kami dalam posisi yang aman,” sambung Deny.

Untuk itu, ia kembali menegaskan agar  masyarakat tidak perlu melakukan pembelian BBM secara berlebihan (panic buying). Pasalnya, hal ini dikhawatirkan akan mengakibatkan sedikit gangguan bagi stok yang ada atau berdampak pada pengiriman.

“Walaupun demikian, berdasarkan pengalaman yang telah kami lakukan, apabila terjadi rush pembelian yang berlebih, kami mempunyai sustem digital dashwood yang bisa melihat stok BBM di SPBU masing-masing wilayah. Begitu stok menunjukkan angka.yang kritis, maka terminal terdekat akan langsung melakukan pengiriman,” terang Deny.

Sekadar informasi, cakupan wilayah bisnis Regional Jatimbalinus khusus di Jawa Timur untuk retail BBM, jumlah SPBU sebanyak 965, SPBUN sebanyak 30, SPBB sebanyak 6, AMT NPSO sebanyak 13, dan Pertashop sebanyak 638.

Sementara khusus untuk outlet Pertalite tersebar sebanyak 1.008 outlet SPBU di 38 kabupaten/kota. Sedangkan Outlet Solar JBT sebanyak 848 outlet.

Untuk Retail LPG di Jatim ada SPPBE PSO sebanyak 109, SPPBE Non PSO sebanyak 15, Agen PSO sebanyak 769, Agen NPSO sebanyak 70, Retes Ter PSO sebanyak 47, dan Retester NPSO sebanyak 7.

Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen. Pol. Nico Afinta mengatakan bahwa pihaknya telah memperhatikan perkembangan isu terkait BBM ini, termasuk isu yang berkembang di media sosial. Pihaknya juga telah memperhatikan kerawanan secara umum seperti antrean pembelian BBM di SPBU, potensi terjadinya unjuk rasa, sampai dengan upaya penimbunan BBM.

Upaya yang dilakukan seperti koordinasi dengan stakeholder, baik Pertamina dan pemerintah daerah. “Di dalam rapat itu kami membicakan dua hal. Pertama terkait dengan ketersedian BBM, dan yang kedua distribusinya,” ujarnya.

Terkait dengan ini, lanjut Nico Afinta, maka pihaknya dari 39 jajaran Polres yang ada di wilayah Polda Jawa Timur telah mendata ada 965 SPBU yang akan dijaga. Kemudian ada enam titik depo besar untuk mendistribusikan.

“Semua akan kami jaga dengan melibatkan 2.600 personil. Selama ini kami juga sudah membuat Tim BBM Terpadu yang berisi dari jajaran TNI/Polri dan Pertamina. Sehingga, harapan kami ketersediaan BBM dan distribusi dapat laksanakan penjagaan, pengawalan maupun patroli,” jelasnya.

Sedangkan mengenai isu-isu terkait naiknya harga BBM, pihaknya telah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak terkait, sehingga harapannya semua distribusi dan ketersediaan BBM serta elpiji 3 kq di Jawa Timur bisa tetap terjaga. (Dwi.Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.