Dicontohkan, pembangunan di Provinsj Jawa Timur memiliki kawasan metropolitan yang aktif dan unggul seperti Surabaya raya, kawasan-kawasan industri manufaktur di kabupaten sekitarnya. Selain itu juga terdapat daerah yang punya potensi pariwisata seperti kawasan Bromo Tengger Semeru dan Selingkar Wilis.
“Yang harus kita fokuskan adalah isu terkait infrastruktur, manufaktur, dan sentra produksi pariwisata,” sebutnya.
“Seperti memiliki kawasan metropolitan yang aktif dan unggul semisal Surabaya, di sekitarnya ada Gresik yang juga pusat manufaktur, lalu pembangunan Bromo Tengger Semeru dan Selingkar Wilis,” imbuhnya.
Tak lupa, Emil juga menegaskan pentingnya dalam melakukan pembangunan daerah, perlu menjangkau hati masyarakat dan menguatkan semangat bahwa daerahnya dapat lebih maju seperti daerah lainnya.

“Ini tentang lifting the spirit juga. Bagaimana membuat masyarakat merasa tidak tertinggal dan dirangkul. Kita harus menunjukkan kalo kita bersama mereka, memberikan kekuatan dan optimisme, bukannya malah meninggalkan,” tekannya.
Wagub Jatim itu lantas memaparkan bahwa semua itu merupakan titik berat dalam pembangunan bangsa. Informasi ini, sebut Emil, layaknya menjadi fokus bagi generasi muda, karena merekalah harapan bagi pembangunan bangsa.
“Ini bisa jadi pertimbangan yang penting untuk teman-teman mahasiswa. Bagaimana kalau anak-anak muda tidak mau pulang membangun daerah dan desa?” tanyanya.
Di akhir sambutannya, Emil berharap agar mahasiswa dapat menjawab tantangan yang dihadapi oleh daerah-daerah asalnya. Apalagi, social skill adalah kemampuan penting yang sangat dibutuhkan di masa depan.
Dari sini, ia optimis putra-putri daerah dapat menjadi agent of change yang pulang membawa perubahan baik dan pembangunan ke daerahnya masing-masing.
“Mahasiswa FISIP memiliki bidang-bidang yang relevan dengan beberapa tantangan yang harus dijawab dalam pembangunan,” sebutnya.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi