Minggu, 31 Mei 2026, pukul : 06:13 WIB
Surabaya
--°C

500 RW Lolos Verifikasi Tahap 1 Surabaya Smart City 2022

SURABAYA-KEMPALAN: Pemkot Surabaya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya telah mengumumkan 500 RW di Kota Pahlawan yang lolos verifikasi tahap 1 lomba Surabaya Smart City (SSC) Tahun 2022. Karena itu, DLH memberikan penguatan pada 500 RW terpilih melalui workshop “Laju Timbulan Sampah dan Upaya Pengurangan Sampah” di Gedung Graha  Widya Universitas 17 Agustus 1945, Selasa (30/8).

Kepala DLH Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, kali ini SSC telah melakukan penilaian dan workshop tahap pertama. Sebab, selama dua tahun terakhir, kegiataan SSC sempat terhenti akibat pandemi Covid-19. Maka, pada perhelatan tahun 2022, animo masyarakat sangat meningkat, yakni diikuti oleh 1.360 RW di seluruh Kota Pahlawan.

“Kemudian kita lakukan penyaringan secara administrasi, ada 700 RW. Pada penilaian tahap pertama, kami melakukan penyaringan kembali menjadi 500 RW. Jadi, 500 RW inilah yang kami berikan workshop mengenai lingkungan,” kata Hebi.

Hebi menjelaskan, workshop tersebut tidak hanya membahas tentang lingkungan saja. Melainkan upaya penanganan limbah sampah hingga pembuatan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) komunal. Karena fokus SSC tahun 2022 ini, merupakan kesehatan, lingkungan dan pendidikan, tetapi juga mengurangi kemiskinan dan pengangguran di Kota Surabaya.

BACA JUGA  Iduladha 1447 H: Unesa Putar Balik Tradisi Kurban, Prioritas Mutlak Wong Cilik dan Mahasiswa Rantau

“Bagaimana menghubungkan lingkungan dengan ekonomi kerakyatan, sehingga berjalan beriringan. Workshopnya juga demikian, tentang cara mengolah, mengenal karakteristik sampah, dan menghitung sampah. Maka, bisa menimbulkan dampak positif dari segi ekonomi,” jelas dia.

Sebab, menurut Hebi, dampak positif dari segi ekonomi yang digaungkan, bisa melalui budidaya atau ternak maggot dan bank sampah. Sehingga, ekonomi kerakyatan bisa tumbuh untuk mengentaskan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“Setelah 500 RW ini, akan ada penilaian tahap kedua yang akan disaring menjadi 150 RW. Nantinya, Pemerintah Kota Surabaya melalui DLH akan memberikan stimulus dari APBD untuk 150 RW yang lolos. Setelah itu akan kembali digelar workshop untuk kembali dilakukan penilaian, untuk kandidat juara dari beberapa kategori,” ujar dia.

Meski demikian, Hebi mengaku bahwa kandidat juara dalam perhelatan SSC tahun 2022 merupakan mampu memberikan perubahan besar di lingkungannya. Yakni, kesehatan, lingkungan, pendidikan, pengembangan digital, pengentasan MBR, hingga pembuatan IPAL.

“Jadi yang punya upaya besar itu bisa menjadi kandidat juara. Saya sudah memberikan petunjuk, bahwa yang juara harus memiliki IPAL,” ungkap dia.

Lebih lanjut, Hebi menerangkan, IPAL komunal diharapkan bisa membantu masyarakat untuk meminimalisir limbah rumah rumah tangga yang langsung terbuang ke sungai. Karena, surfaktan (senyawa kimia) sebagai bahan baku dari deterjen dan sabun, jika masuk ke sungai saat ada turbulensi, maka akan menyebabkan timbulnya busa di sungai.

BACA JUGA  Misi Emas Porprov X: Skuad Voli Putra Surabaya Mulai Terbentuk

“Yang menggunakan sabun, deterjen dan lainnya, semuanya masuk ke selokan dan mengalir ke sungai. Seharusnya, harus diolah dulu agar tidak menimbulkan busa di sungai,” terang dia.

Kepala DLH Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro.

Ia tak memungkiri jika masyarakat mengaku kesulitan mencari lahan untuk penempatan IPAL Komunal. Ia menyarankan agar penempatan IPAL komunal bisa digunakan di bawah jalan untuk pengolahan limbah. “Tentunya kami memerlukan kolaborasi dengan warga, agar masalah ini segera teratasi,” ujar dia.

Dalam perhelatan SSC tahun 2022, Pemkot Surabaya turut menggandeng perguruan tinggi di Kota Pahlawan. Sebab, para mahasiswa akan dilibatkan langsung menjadi bagian dari Event Organizer (EO) atau pengelola suatu kegiatan (Mengorganisir
Acara) untuk membantu pengecekan data.

“Karena terkadang data awal yang kita dapat tidak sesuai dengan yang dituliskan, maka mereka dilibatkan untuk melakukan pendataan agar mempermudah penilaian. Kami berharap masyarakat memiliki inovasi, serta bisa memaksimalkan pengembangan teknologi pada aplikasi buatan Pemkot Surabaya. Dalam hal ini masuk kedalam kategori Smart,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.