INTERNASIONAL-KEMPALAN: Operasi Militer yang dilakukan oleh Rusia kepada Ukraina berdampak kepada banyaknya sanksi yang diberikan oleh negara-negara di dunia dan juga institusi regional.
Salah satunya adalah adanya usulan dari negara anggota Uni Eropa yang berencana memutus Rusia dari SWIFT. Namun apakah pemutusan Rusia dari SWIFT akan efektif?
Sebagai awalan, SWIFT merupakan jaringan yang digunakan oleh bank-bank di dunia untuk mengamankan transaksi yang ada.
Lebih dari 11,000 institusi finansial yang ada di 200 negara menggunakan sistem SWIFT, sehingga bisa dikatakan menjadi tulang punggung sistem transfer internasional.
Pada saat ini, SWIFT berkantor di Belgium, dan dalam situs resminya dikatakan bahwa pada saat ini sekitar 3,500 perusahaan dari dunia menjadi bagian dari kepemilikan SWIFT.
Lalu, apa dampak dari adanya pemutusan SWIFT kepada Rusia?
Melansir dari Aljazeera, pada saat ini, Rusia menjadi pengguna SWIFT terbesar kedua di dunia setelah AS.
Diperkirakan lebih dari 300 lembaga finansial yang ada di Rusia telah bergabung dalam sistem SWIFT.
Hal tersebut menandakan bahwa lebih dari setengah lembaga finansial yang ada di Rusia telah berintegrasi dalam SWIFT.
Salah satu pakar ekonomi di Hong Kong mengatakan bahwa menendang keluar Rusia dari SWIFT dapat memberikan dampak yang sangat serius ke ekonomi dalam negerinya.
“Menjadi sangat penting karena tidak akan ada pembayaran yang dilakukan jika terputus dari SWIFT. Hal tersebut memberikan dampak yang lebih besar dibandingkan dengan menghentikan impor gas dari Rusia” ucap pakar ekonomi tersebut.
Namun, terdapat pandangan dari sisi lain, yaitu dari salah satu direktur lembaga pendidikan di Belgia yang mengatakan bahwa Rusia masih bisa bertahan meskipun diputus dari sistem SWIFT.
Ia mengatakan bahwa sejak tahun 2014, ketika Rusia menganeksasi Krimea, telah ada ancaman akan diputus dari sistem SWIFT.
Ia kemudian mengatakan bahwa SWIFT tidak terlalu berdampak karena di sisi lain, Rusia menjadi eksportir minyak dan gas yang besar bagi Eropa, yang kemudian akan memiliki konsekuensi kepada negara lain juga.
Perdana Menteri Belanda yaitu Mark Rutte juga mengatakan bahwa pemutusan Rusia dari SWIFT menjadi “Sensitif” karena banyak negara anggota Uni Eropa yang akan terdampak.
“Secara operasional, akan menjadi sangat pusin bagi kami” ucapnya.
Oleh karena itu, secara ringkas, pada saat ini masih terdapat dua pandangan besar dari adanya pemutusan SWIFT kepada Rusia.
(Muhamad Nurilham, Aljazeera)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi