Sabtu, 9 Mei 2026, pukul : 13:59 WIB
Surabaya
--°C

Pentas di Pergelaran Seni Asia Pasifik TongTong Fair, Tim Wayang Potehi Berangkat ke Belanda

KEMPALAN: Sebanyak sembilan orang tim wayang potehi akan berangkat menuju Den Haag Belanda akhir Agustus ini. Mereka diundang untuk mementaskan wayang potehi dalam TongTong Fair (TTF) dari tanggal 1-11 September. TTF merupakan ajang pergelaran seni dan budaya Asia-Pasifik yang tertua di Belanda.

“Kami akan membawa nama Jombang dan kesenian Potehi di arena tersebut,” ujar Toni Harsono, pemimpin rombongan dalam syukuran keberangkatan di museum Potehi, Minggu (28/8).

Sebanyak sembilan orang tim wayang potehi akan berangkat menuju Den Haag Belanda akhir Agustus ini. Mereka diundang untuk mementaskan wayang potehi dalam TongTong Fair (TTF) dari tanggal 1-11 September.

Menurut Toni, baru kali ini wayang potehi Gudo bisa menghadiri undangan dari TTF. Sebelumnya, salah satunya, tim gagal berangkat karena terkendala pendanaan.

Untuk bisa berangkat ke Den Haag tahun ini, Toni beserta tim bekerja ekstrakeras menggalang dana dari publik, mengingat minimnya dukungan dari pemerintah pusat dan daerah.

“Banyak sekali yang men-support kami. Dari Islam, Kristen, Buddha, Konghucu, Jawa, Tionghoa, Madura, dan lain-lain. Ada yang donasi Rp50 ribu hingga jutaan. Semua membantu,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat tidak hanya mendukung secara finansial namun juga nonfinansial, termasuk ketika mereka ikut mempromosikan wayang potehi ke melalui berbagai platform media sosial.

Besarnya dukungan masyarakat, tambahnya, merupakan bukti Potehi tidak hanya milik komunitas Tionghoa. Namun, secara luas, telah diterima masyarakat non-Tionghoa.

Sebanyak sembilan orang tim wayang potehi akan berangkat menuju Den Haag Belanda akhir Agustus ini. Mereka diundang untuk mementaskan wayang potehi dalam TongTong Fair (TTF) dari tanggal 1-11 September.

Toni berharap semua lapisan masyarakat terus mengembangkan seni dan budaya yang dimilikinya. Serta, bisa memanfaatkan event-event berskala nasional maupun internasional.

“Kami mohon doa restu agar terus merawat dan mempromosikan seni budaya Indonesia,” kata Toni mengakhiri.

Sementara itu, Aan Anshori, aktivis GUSDURian Jombang, mengapresiasi keberangkatan tim Potehi ke Gudo. Menurutnya, ini wujud konkrit pengakuan internasional pada budaya Indonesia, khususnya yang ada di Jombang.

“Di tengah lesunya prestasi pemkab Jombang, kita bersyukur ada wakil Indonesia dari Jombang pada event internasional tersebut,” ujarnya. (*)

Editor: Freddy Mutiara

 

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.