Muin TV
Mencari pemimpin BTP. Ini sesuai inisial namanya. Basuki Tjahaya Purnama. Tapi diplesetkan menjadi, Bersih, Transparan, Profesional. Karena ini diinisiasi oleh Ahok, saya punya usul. Mencari pemimpin TAI. Transparan, Anti korupsi, Integritas. Kata ini sering diucapkan oleh Ahok ketika dia marah-marah. Yok kita cari pemimpin TAI. Nanti akan diajari secara langsung sama Ahok. Bagaimana caranya menjadi pemimpin TAI. Wkwkwk…..
Teguh Wibowo
Di persawahan dekat rumah saya ada seorang bapak2 petani yg sudah sepuh yg selalu menarik perhatian saya. Si Bapak ini adalah penyandang disabilitas, tangannya yg kanan tidak ada alias buntung. Sehingga untuk aktifitas mencangkul, ngrabuk, nyemprot, dsb hanya bisa menggunakan tangan kirinya. Motor yamaha alfa 2 R yg sering dikendarainya pun saya lihat sudah dimodifikasi. Handle gas yg seharusnya berada di setang sebelah kanan dipindah ke setang sebelah kiri. Kemarin sore saya melihat bapak2 sepuh ini baru pulang dari sawah naik motor yamaha alfa 2 R nya. Beliau mengenakan caping dengan paduan kaos partai bekas kampanye partai Demokrat warna putih dg logo tiga berlian warna biru. Di kaos tsb ada foto seorang tokoh partai demokrat berjas hitam dg tulisan dibawahnya “Dahlan Iskan.”
hoki wjy
para semut hakim yg memutus Ahok bersalah saat itu tdk menggunakan hati nurani tapi hanya berdasarkan tekanan masa dan tekanan semut yg menjabat wapres saat itu ,mari kita simak kembali pidato Ahok saat itu (kalimat sesentif saya ganti) Kan bisa saja dalam hati kecil bpk ibu enggak bisa pilih saya karena dibohongi PAKAI surat Pak DI 51. apakah saya menyebut surat Pak DI 51 pembohong? tentu tidak justru saya mengingatkan supaya kita tdk dibohongi dg memakai nama surat Pak DI 51 ,celakanya pidato tsb di eidit dan divralkan oleh semut Yani (telah selesai menjalani hukumannya) oleh semut Yani kalimat tsb diubah menjadi: kan bisa saja dalam hati kecil bpk ibu ngak bisa milih saya karena dibohongi surat Pak DI 51 dg menghilangkan kata PAKAI.tentu maknanya jadi berubah bagaikan langit dan bumi. dg menghilangkan kata PAKAI jelaslah itu sama saja menuduh surat Pak DI 51 adalah bohong.jadi jelas sekali Ahok tdk pernah bilang Surat SEMUT 51 tsb adalah bohong.tapi justru mengingatkan kita supaya jangan dobohongi PAKAI surat SEMUT 51.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi