JAKARTA—KEMPALAN: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua DPR RI Puan Maharani sama-sama masuk tokoh capres divisi satu berderet dengan Airlangga Hartarto, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo.
Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Ardian Sopa mengatakan dari poros partai atau koalisi yang sudah ada, masing-masing ada kemungkinan mengusung Anies.
“Mengenai partai yang bisa mengusung Anies, sekarang ini terfokus ke tiga poros. Poros PDI-P, poros KIB, dan poros Gerindra+PKB,” kata Ardian, Rabu 17 Agustus 2022.
Dikatakan Ardian, Puan sebagai pemegang tiket PDI-P, Airlangga sebagai pemegang tiket KIB (Koalisi Indonesia Bersatu) bersama PAN dan PPP. Sedangkan Prabowo, Ganjar, dan Anies sebagai tokoh capres dengan elektabilitas tinggi di tiga besar,
Dari ketiganya, baru Prabowo yang benderang memegang tiket pencapresan setelah Gerindra-PKB melakukan deklarasi koalisi bersama.
Bila merujuk rilis hasil survei Denny JA baik di bulan Juni, Juli, dan Agustus 2022, memperlihatkan adanya kemungkinan bagi duet Anies-Puan.
Tokoh kunci di poros PDI-P ini, demikian menurut LSI Denny JA, adalah Puan. Meski saat ini punya sejumlah komplikasi ketika dicalonkan, seperti masih rendahnya elektabilitas, namun Puan adalah salah satu tokoh sentral partai, yang didukung kuat oleh para elite partai.
Puan adalah “darah biru” PDI-P, yang kabarnya telah ditugaskan untuk melakukan penggalangan dukungan dan safari politik untuk pilpres.
Menurut LSI Denny JA, sebagai tokoh utama poros PDI-P, Puan sudah aman memiliki tiket untuk cawapres bagi capres yang kuat secara elektabilitas. Tentu bukan dengan Ganjar atau Prabowo, melainkan Anies.
Mengapa? LSI Denny JA menguraikan jika Puan hanya sebagai cawapres, dan capresnya dari partai lain, misalnya Prabowo, PDI-P memberi peluang emas bagi Gerindra untuk mengalahkan PDI-P dalam Pemilu 2024.
Jika tiket capres diberikan ke Ganjar, ada kalkulasi bahwa Ganjar bisa pula menjadi Ketum PDI-P pasca Megawati, yang tak disukai oleh elite pro trah Soekarno.
Namun, tidak menutup kemungkinan Puan maju menjadi capres yang kuat, tentu jika mampu menaikkan elektabilitasnya hingga masa pendaftaran paslon capres-cawapres.
PDI-P memang bisa membuat poros tersendiri di mana perolehan kursinya pada Pileg 2019 berjumlah 128 kursi setara 22,26 persen menghantarkan PDI-P memegang satu tiket pencapresan.
Walau PDI-P memenuhi syarat pencalonan capres-cawapres sendirian, tetapi LSI Denny JA menyebutkan kemungkinan poros PDI-P tidak maju sendirian alias akan menggandeng partai lain untuk berkoalisi.
Secara politik, sulit membayangkan PDI-P akan maju sendirian tanpa berkoalisi dengan partai lain. Alasannya sederhana saja bahwa PDI-P membutuhkan tambahan mesin untuk pemenangan pilpres dan PDI-P pun tak mau nanti menjadi musuh bersama.
Hanya saja sebagaimana kesimpulan LSI Denny JA, kecil kemungkinan PDI-P memilih kawan koalisi PKS, Demokrat ataupun NasDem.
Dengan PKS karena alasan ideologi, dengan Demokrat karena ketidakharmonisan Mega dan SBY sejak lama, dan dengan NasDem karena saat ini Mega dan Surya Paloh kurang seirama. (kba)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi