Sabtu, 30 Mei 2026, pukul : 21:34 WIB
Surabaya
--°C

PBB Sebut Bantuan Kemanusiaan Hadapi ‘Selisih Pendanaan’ Terbesar

Ilustrasi Bantuan Kemanusiaan-DW

PBB-KEMPALAN: Bantuan Kemanusiaan yang ditampung oleh PBB pada saat ini sedang mengalami hambatan terbesar—yaitu selisih pendanaan yang sangat besar karena hanya terpenuhi 1/3 dari target anggaran yang dibutuhkan.

Pada saat ini, bantuan kemanusiaan secara global membutuhkan anggaran sebesar 48,7 Miliar USD atau sekitar 714 Triliun Rupiah untuk mengatasi krisis kemanusiaan di dunia internasional.

Uang yang dibutuhkan tersebut akan membantu sekitar 204 Juta orang di dunia yang sedang mengalami krisis kemanusiaan karena konflik dan perubahan iklim.

Uang yang terkumpul tersebut kemudian akan digunakan untuk semua badan PBB yang mengurusi bantuan kemanusiaan dan beberapa NGO—namun tidak termasuk pendanaan untuk Palang Merah Internasional karena mereka memiliki proses pendanaan tersendiri.

BACA JUGA  NPD Sulit Akui Kesalahan

Namun dari target anggaran tersebut, per hari ini, hanya terpenuhi 1/3 nya saja, berdasarkan data dari Badan Koordinasi Bantuan Urusan Kemanusiaan PBB yaitu OCHA.

“Lebih dari setengah tahun berjalan, kami mengalami kekurangan dana sekitar 33,6 Miliar USD—yang kemudian menjadi selisih pendanaan terbesar kami” ucap Juru Bicara OCHA yaitu Jens Laerke.

“Kebutuhan kemanusiaan di dunia pada saat ini meningkat pesat—namun tidak diimbangi dengan donor pendaan yang masuk” ucap tambahnya.

Sejauh ini, hanya 15,2 Miliar USD atau sekitar 222 Triliun Rupiah yang terkumpul per hari ini.

Berdasarkan laporan dari OCHA, hampir semua uang yang ada akan digunakan untuk merespons kemanusiaan di Republik Demokratik Kongo dan juga Suriah, beserta Ukraina dan Afghanistan.

BACA JUGA  Memutus Tradisi Fraud: Gresik Sabet Rekor WTP 11 Kali Beruntun di Tengah Badai OTT Jawa Timur

AS juga masih menjadi donatur terbesar pada tahun ini, yang kemudian disusul oleh Swedia dan Britania Raya serta Jerman.

Namun, uang tersebut masih saja kurang untuk menutupi semua krisis kemanusiaan yang terjadi di dunia internasional.

Terutama terkait penyediaan pangan, karena selama beberapa tahun terakhir, World Food Programme (WFP) masih menjadi lembaga yang membutuhkan banyak pendanaan untuk mengatasi kelaparan di dunia internasional.

Dengan adanya permasalahan selisih pendanaan tersebut, bagaimana keberlangsungan bantuan kemanusiaan di dunia internasional kedepannya?

 

(Aljazeera/OCHA, Muhamad Nurilham)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.