Dilanjut: “Siapa itu? Satu, Kompolnas. Kompolnas itu hari Senin dipanggil oleh Pak Sambo ke kantornya (Propam Polri). Ia di sana hanya untuk menangis-nangis di depan Kompolnas. ‘Huu…. saya teraniaya, kalau saya sendiri di situ saya tembak, habis dia’. Nangis-nangis begitu, cuma jawab begitu saja. Yang dari Kompolnas itu mbak Poengky pulang, bingung.”
Dilanjut: “Bukan hanya itu. Teman anda juga, orang terkenal itu dipanggil Sambo. Ada juga beberapa orang anggota DPR. Dibegitukan juga, dibilangin begitu juga. Dan beberapa orang lagi, dihubungi, ia (Sambo) hanya nangis saja.”
BACA JUGA: Ending Kasus Yosua Ternyata Begini
Menurut Mahfud, cara ini hampir berhasil. Sebab kata Mahfud, semula Kompolnas dan Komnas HAM langsung bilang, itu tembak menembak.
Tapi skenario ini kalah melawan gencarnya pengacara keluarga Yosua, antara lain, Komaruddin Simanjuntak, yang begitu gencar memberikan keterangan pers, dengan versi yang bertolak belakang dengan versi Sambo.
Mahfud: “Lalu muncullah Kamaruddin, dan sebagainya itu. Hingga saya dorong terus.”
Seperti diketahui publik, Prof Mahfud sangat berperan dalam melancarkan pengungkapan kasus ini. Begitu gencar dorongan Mahfud, melalui medsos dan diwawancarai wartawan.
Pernyataan Mahfud di atas, sekaligus menjawab pertanyaan publik, mengapa Mahfud sampai ngeledek Anggota DPR: Sepi. Diam saja. Padahal kasus ini besar. (*)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi