Ending Kasus Yosua Ternyata Begini

waktu baca 5 menit
kolase kempalan.com

KEMPALAN: Irjen Ferdy Sambo dibawa polisi, ditempatkan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Sabtu, 6 Agustus 2022. Diduga, Sambo mengambil CCTV di TKP tewasnya Yosua. Maka, kasus ini berubah total.

***

BERUBAH, dari pengumuman resmi Polri, bahwa Brigadir Yosua bersalah, maka terjadi tembak-menembak, akhirnya Yosua tewas.

Menjadi bentuk pertanyaan: “Benarkah itu? Padahal CCTV di TKP dinyatakan Polri, rusak sejak dua pekan sebelum kejadian?”

Ternyata, Sambo ditempatkan di Mako Brimob, dilarang pulang, sampai 30 hari sejak ditempatkan, Sabtu, 6 Agustus 2022, atas perintah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Diduga, Sambo mengambil CCTV TKP.

Diperkuat, Pengacara Bharada E, Muhammad Boerhanuddin kepada pers, Senin (8/8) mengatakan: Irjen Ferdy Sambo ada di TKP saat tembak-menembak Bharada E lawan Brigadir Yosua, Jumat, 8 Juli 2022.

Boerhanuddin: “Beliau (Irjen Ferdy Sambo) ada di situ.”

BACA JUGA: Ajudan lawan Ajudan, 25 Polisi Diperiksa

Dilanjut: “Dari BAP dan keterangan kepada kuasa hukum, ia (Bharada E) mendapatkan tekanan, dapat perintah untuk menembak. Sudah, itu saja.”

Apakah lantas terjadi tembak-menembak? Menurut Boerhanuddin berdasar pengakuan pelaku, Bharada E, ternyata tidak ada tembak-menembak.

Boerhanuddin: “Ada pun proyektil, atau apa yang di lokasi, katanya alibi, jadi senjata almarhum yang tewas itu (Yosua) dipakai untuk tembak kiri-kanan. Bukan saling baku tembak.”

“Menembak itu… dinding arah-arahnya itu beberapa. Sudah….”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *