Senin, 20 April 2026, pukul : 06:52 WIB
Surabaya
--°C

Rumah Donald Trump Digrebek FBI, Brankas Dibobol Paksa!

Mar-a-Lago-TheGuardian

WASHINGTON D.C-KEMPALAN: ‘Segerombol’ besar agen FBI dikatakan telah melakukan penggrebekan ke rumah mantan Presiden AS yaitu Donald Trump di Florida.

Donald Trump menyebutkan bahwa penggerebekan tersebut tidak sama sekali diumumkan sebelumnya.

Ia bahkan mengatakan bahwa agen FBI tidak berhak dan tidak berkenan memasuki propertinya—terlebih lagi tanpa ada pemberitahuan.

Mar-a-Lago—nama rumah Donald Trump tersebut dikatakan oleh dirinya sedang ‘Diserang, dirampas, dan diduduki’ oleh ‘Sistem Keadilan’ dimana hal tersebut hanya bisa terjadi di negara ‘Rusak’—yang kemudian merujuk pada AS.

Ketika penggrebekan, Donald Trump sedang tidak berada dalam rumah yang berada di Florida tersebut.

Melainkan, ia sedang berada di Trump Tower di kota New York.

Melansir dari beberapa media, disebutkan bahwa penggerebekan oleh FBI tersebut dilakukan setelah adanya investigasi panjang terkait dengan banyaknya dokumen penting—yang berisikan hasil investigasi pemilu tahun 2020.

Disebutkan bahwa dokumen penting tersebut berada di rumah Donald Trump tersebut—dimana disebutkan Trump akan menggunakan dokumen tersebut untuk ‘Mengacaukan’ pemilu mendatang.

Ia juga pada saat ini sedang bersiap maju kembali—sehingga penggerebekan ini dianggap sebagai langkah dari rezim supaya ia tidak mengajukan diri kembali.

Trump bahkan menuduh FBI telah dikontrol oleh Partai Demokrat—yang pada saat ini sedang kebingungan karena tidak tahu cara menghentikan dirinya untuk maju pada pemilu mendatang.

Bahkan, brankas yang ada di rumah tersebut dikatakan telah dibobol.

Hingga saat ini tidak diketahui isi dari brankas tersebut—namun Donald Trump sendiri mengatakan bahwa isinya sangat penting.

Menanggapi adanya penggerebekan tersebut, Partai Republikan kemudian sudah mulai turun suara untuk bergerak menghadapi apa yang terjadi pada kadernya.

Banyak politikus Republikan yang menganggap bahwa penggerebekan tanpa pengetahuan tersebut merupakan sebuah tindakan serangan secara politik kepada Donald Trump, pendukungnya dan juga ke Partai Republikan.

Banyak juga yang menyebutkan bahwa tindakan FBI tidaklah berbeda dengan Gestapo milik Nazi—yang kemudian sangat tidak ‘Amerika’.

Selain itu, gerakan untuk mengurangi pendanaan FBI juga terjadi—seperti misalnya dari anggota Kongres Taylor Greene yang sudah menyuarakan di Twitter untuk kurangi dana FBI.

“Persenjataan politik yang dilakukan oleh FBI sendiri merupakan ancaman besar bagi demokrasi” ucapnya, di Twitter pribadinya.

Apakah tensi antara Partai Republikan dengan rezim pada saat ini akan semakin menguat?

 

(Aljazeera/CNN, Muhamad Nurilham)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.