Kamis, 14 Mei 2026, pukul : 01:14 WIB
Surabaya
--°C

George McT Kahin, Humas Republik Pembongkar Hoax Belanda

Ia menggambarkan…

Ia menggambarkan blokade pasukan Belanda di beberapa lokasi. Lalu pesawat Dakota mengangkut 900 serdadu para-komando turun di lapangan terbang. Kahin juga menceritakan betapa lengang jalan-jalan di kota Jogjakarta, penduduk tak keluar rumah. Pasukan Belanda merangsek terus masuk ke dalam kota. Pesawat-pesawat Belanda menjatuhkan bom bertubi-tubi.

Sebulan kemudian, 23 Februari 1949, Kahin menulis laporan kesaksiannya, kembali di jurnal “Far Eastern Survey”. Kali ini, laporan itu bertajuk “Resistance in Indonesia”. Ia menulis dari Batavia (Jakarta). Kahin memberitahu komunitas internasional taktik Belanda menawan para pemimpin Indonesia sekaligus membombardir kota itu untuk melumpuhkan perlawanan kaum republik. Secara licik, kepada publik dan media, Belanda berkilah serbuan ke Jogja justru untuk membebaskan Sultan dari dekapan republik.

Kahin membongkar hoax buatan Belanda itu. Melalui tulisannya, Kahin mengabarkan ke masyarakat internasional, malah Sultan menjadi tawanan di dalam keratonnya. Apalagi Sultan menolak berkomunikasi dengan Belanda. Sedangkan Soekarno, Hatta, Sjahrir serta tujuh anggota kabinet ditawan Belanda. Namun Sjafruddin Prawiranegara, Sukiman, Supeno, dan beberapa tokoh republik berhasil lolos.

Sjafruddin sedang berada di Sumatra Barat, dan atas mandat dari Soekarno-Hatta, Sjafruddin kemudian membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI). Berkat tulisan Kahin ini, komunitas internasional pun tahu, bahwa Republik Indonesia tetap ada. Hanya pindah ibukota, dari Jogja ke Bukittinggi.

Semua klaim kendali Belanda atas wilayah Jawa, Sumatra dan Borneo ternyata hanya pepesan kosong. Kahin membongkarnya dengan baik. Ia menjadi saksi mata yang melihat langsung situasi di lapangan. Para serdadu Belanda berusia muda tampak memendam kekhawatiran karena janji pimpinan mereka untuk segera memulangkan ke Belanda begitu Jogja dikuasai, ternyata tak terbukti.

Belanda masih kelabakan menghadapi gerilya pasukan republik. Uraian Kahin bak liputan langsung. Penuh data, berjibun fakta. Belanda hanya menguasai dalam kota Jogja, sedangkan di pinggiran kota lebih banyak dikuasai tentara republik.

Keinginan Belanda mengacaukan peredaran uang kenyataannya juga gagal. Uang yang beredar di masyarakat memang ada tiga jenis. Pertama, uang Jepang. Kedua, uang republik (Oeang Republik Indonesia/ORI) yang baru dicetak. Ketiga, uang Belanda (gulden) yang sudah dipersiapkan NICA sejak jauh hari sebelum membonceng sekutu.

Belanda memprovokasi masyarakat agar tak mempercayai uang Jepang dan ORI. Namun, provokasi itu tak mempan. Sebab, ada rasa patriotis warga untuk tetap memakai ORI. Para petani yang membawa beras, sayur-mayur atau buah-buahan dari luar kota Jogja, menolak menerima gulden sebagai alat pembayaran. Bagi mereka, alat transaksi yang sah hanyalah ORI.

Sebaliknya, tulis Kahin, para pedagang Cina di Jogjakarta enggan menerima ORI. Mereka lebih suka gulden. Hal ini nyaris menyebabkan inflasi ORI. Namun, para pedagang Cina itu tak bisa berkutik menghadapi para petani yang tetap ngotot ingin dibayar memakai ORI. Belanda juga memainkan nilai tukar gulden terhadap ORI.

Sebelum Belanda merangsek ke Jogja, satu gulden senilai 50 ORI, tapi begitu Belanda menguasai Jogja, satu gulden meroket jadi 130 ORI. Belanda bermaksud menjadikan nilai tukar ini menekan kepercayaan warga pada ORI. Ternyata, sekali lagi Belanda kecele. Warga tetap percaya ORI.

Kahin menempuh pendidikan di kampus-kampus bergengsi. Gelar strata satu diraihnya dari Harvard, gelar masternya dari Stanford dan doktornya dari John Hopkins. Riset doktornya di lapangan berlangsung selama setahun, sejak pertengahan 1948 sampai pertengahan 1949. Ia menyaksikan gelora kemerdekaan ketika itu, bahkan sanggup menjadi humas republik yang baik untuk mengabarkan ke dunia internasional bagaimana sesungguhnya situasi revolusi di Indonesia.*

Editor: Reza Maulana Hikam

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.