LIVERPOOL—KEMPALAN: Peribahasa tua menyebutkan, hanya keledai yang bisa jatuh terperosok dalam satu lubang sama. Gelandang Chelsea Jorginho jelas tidak akan mau kalau dia dikaitkan dengan keledai yang mengulangi kesialan serupa.
Seperti kesialan ketika dirinya gagal mengeksekusi tendangan penalti dalam final Euro 2020 di Wembley Stadium, London, Juli tahun lalu. Pada saat itu, tembakannya mampu dibaca dengan sempurna oleh penjaga gawang Inggris Jordan Pickford.
Untungnya, meskipun ketika itu dia gagal menjalankan tugasnya sebagai algojo penalti, timnas Italia masih mampu keluar sebagai pemenang setelah mempecundangi timnas Inggris dengan skor 3-2 setelah sebelumnya seri 1-1 sampai babak perpanjangan waktu.
BACA JUGA: Ternyata, Ada Pelatih Mental Yang Selama ini Dampingi Jorginho
Jorgi (sapaan akrab Jorginho) tidak trauma ketika berhadapan kembali dengan Pickford di dalam situasi tendangan penalti. Jika Juli lalu di Wembley, maka kali ini dalam laga pembuka Liga Primer Inggris antara Chelsea menantang Everton di Goodison Park, Liverpool.
Jorgi berhadapan dengan penalti melawan Pickford itu pada menit kesembilan injury time babak pertama. ’’Saya mengambil keputusan itu (tendangan penalti) dan untungnya kali ini keputusan saya itu tepat,’’ sebut gelandang berdarah Brasil tersebut.
Dia mengubah tekniknya menendang penalti. Mantan gelandang SSC Napoli itu tidak membuka tendangan penaltinya dengan meloncat kecil sebelum berlari dan menendang bolanya ke gawang. Melainkan langsung memulainya dengan berlari dan menendang bola.
BACA JUGA: Jorginho Raih Penghargaan Pemain Terbaik UEFA
’’Jelas, bagi saya tendangan penalti itu sekitar 70 sampai 75 persen ada di dalam kepala. Jadi saya sering memikirkannya, saya melatihnya, dan untungnya hari ini berjalan dengan baik,’’ kata pemain yang berusia 30 tahun tersebut.
Diakuinya, kegagalan menaklukkan Pickford dalam adu penalti final Euro 2020 itulah yang jadi satu-satunya ganjalan dalam pikirannya saat pesta juara Euro 2020 bersama Gli Azzurri (julukan timnas Italia).
’’Tentu saja saya memikirkannya (kegagalan mengeksekusi penalti). Saya merasa cemas selama seminggu, memikirkan apa yang di saat itu dilakukan penjaga gawang (Pickford),’’ sambung Jorgi yang mempunyai akurasi penalti 84 persen selama dia memperkuat The Blues (julukan Chelsea) itu. (Football Italia, Yunita Mega Pratiwi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi