SIDOARJO – KEMPALAN: Tiga dari empat penjahat jalanan diringkus polisi karena terlibat penganiayaan terhadap empat suporter sepak bola asal Lamongan dan Tuban. Kejadiannya hari Minggu, 26 Januari 2022. Empat penjahat jalanan yang menyebut dirinya anak punk tersebut mengeroyok empat suporter sepak bola yang hendak berangkat menuju Bali untuk menyaksikan pertandingan Persebaya vs PSS Sleman.
Saat melintas di by pass Krian dengan menumpang truk, mereka dicegat dan disuruh turun oleh ke empat begundal jalanan itu.
Mereka diajak makan kemudian dibawa ke sebuah rumah kosong untuk pesta miras. Setelah mabuk ke empat anak punk merampas ponsel milik para suporter bola. Karena melawan para anak punk melakukan pengeroyokan menggunakan kayu, sabuk besi, dan batu paving.

Salah seorang korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Krian. Selanjutnya, tiga dari empat anak punk pelaku pengeroyokan berhasil ditangkap Satreskrim Polresta Sidoarjo.
“Saat ini kami telah mengamankan tiga pelaku. Dua ditangkap di Banyuwangi, satu di Surabaya. Salah satu pelaku masih di bawah umur, sedangkan satu pelaku masih kita kejar,” beber Kapolresta Sidoarjo Komisaris Besar Polisi Kusumo Wahyu Bintoro di Mapolresta Sidoarjo, Rabu (9/2).
Ketiga pelaku warga Sidoarjo tersebut adalah GAR 32 tahun, MRA 17 tahun, serta SFS 21 tahun. Sedangkan korbannya adalah R asal Lamongan, A, Z dan H asal Tuban yang masih berusia 16 tahun.
“Dari empat anggota suporter yang dianiaya, ada satu orang yang mengalami luka cukup berat namun saat ini kondisinya telah membaik,” ucap Kusumo.
Tiga ponsel yang dirampas sudah dijual pelaku. Sementara satu ponsel yang digunakan sendiri oleh pelaku telah disita polisi untuk dijadikan barang bukti. (Muhammad Tanreha)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi