Sabtu, 30 Mei 2026, pukul : 10:36 WIB
Surabaya
--°C

Van Dijk Diejek jadi Van Disney

LONDON-KEMPALAN: Sudah lama Liverpool FC tidak pernah kecolongan lewat gol penalti di Liga Primer Inggris. Sebelum datang ke Craven Cottage, London, kandang Fulham, LFC tidak kecolongan gol dari titik putih dalam 51 pertandingan. Terlama dibandingkan klub-klub lainnya di Liga Primer Inggris.

Sayangnya, rekor tersebut harus berakhir di kandang The Cottagers (julukan Fulham). Gol yang kedua dari Aleksandar Mitrovic pada menit ke-72 tercipta dari penalti. Gol tersebut yang sempat membawa Fulham unggul 2-1.

BACA JUGA: Kumat, Klopp Salahkan Lapangan Saat Ditahan Fulham 2-2

Bukan hanya rekornya yang terputus. Begitu pula dengan ketenangan bek tengah LFC Virgil van Dijk dalam menghadapi tekanan lawan akhirnya juga terhenti. Pelanggaran kepada Mitro (sapaan akrab Mitrovic) yang dia lakukan dan berbuah penalti itu sudah lama tidak terjadi.

BACA JUGA  Adopsi Sukses IVCA Rally 2026, Bumi Jenggolo III Siap Guncang Sidoarjo dengan 10 Ribu Onthelis Mancanegara

Sejak kesalahannya saat menghadapi Manchester City pada Oktober 2018, baru kali ini Van Dijk melakukan kesalahan yang berbuntut dengan penalti. Tepatnya dalam musim pertama Van Dijk jadi bagian The Reds (julukan LFC).

Kopites (sebutan pendukung LFC) di lini masa pun langsung memberikan label baru kepada Van Dijk setelah kejadian tersebut. Van Disney, ya begitulah Van Dijk disebut setelah lawakannya di dalam kotak penalti di depan Alisson Becker.

BACA JUGA: Darwin “Tenggelamkan” Haaland, LFC Menangi Community Shield

Sebutan Van Disney pun banyak dituliskan Kopites di media sosial Twitter setelah kegagalan di laga pembuka Liga Primer Inggris itu. ’’Dari Mitrovic untuk Van Disney,’’ kicau salah satu fans LFC dalam akun Twitter @LaPiochey.

BACA JUGA  NPD Sulit Akui Kesalahan
Detik-detik pelanggaran Virgil van Dijk kepada Aleksandar Mitrovic. (Foto: Liverpool Echo)

Bukan hanya Van Dijk yang salah di depan der trainer LFC Jurgen Klopp. Melainkan semuanya yang ada dalam skuad LFC. Karena itu dia sampai tidak memeluk satu pun pemainnya usai laga. ’’Kami memulai laga seperti apa yang diinginkan oleh tim lawan,’’ ungkap Klopp.

Pemain-pemain LFC memang mampu membongkar pertahanan Fulham. Tetapi, mereka bermain dengan didikte para penggawa Fulham sehingga gagal memenangi laga. ’’Kami tidak mampu menemukan cara bermain kami dan kemudian kami gagal mendominasi,’’ sambung Klopp. (Sport Bible, Sky Sports, Yunita Mega Pratiwi)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.