JAKARTA-KEMPALAN: Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2022 adalah sebesar 5,44 persen. Hal tersebut sesuai dengan ekspektasi sebelumnya dan meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya, yaitu sebesar 5,01 persen.
Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, mengungkapkan rasa syukurnya atas pertumbuhan ekonomi yang positif pada kuartal II-2022.
“Alhamdulillah, tadi pagi diumumkan oleh BPS pertumbuhan ekonomi kita extraordinary 5,44 persen. Mengapa kita demikian? karena kita menangani Covid-19 dengan jalur yang berbeda,” ucap Hartarto dalam agenda 10 Tahun Forum Pemred.
Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal II-2022 mengalami pertumbuhan sebesar 3,72 persen jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.
Walaupun kontraksi atau pertumbuhan negatif sebesar 0,96 persen terjadi pada kuartal I-2022, kontraksi tersebut tidak berlanjut pada kuartal II-2022 sehingga tidak ada kontraksi secara beruntuk dan tidadk ada resesi teknikal.
Susanty Widjaya, Ketua Asosiasi Lisensi Indonesia, juga mengungkapkan kebahagiaannya bahwa hasil pertumbuhan ekonomi Indonesia walaupun di tengah tantangan mulai dari geopolitik dan inflasi tetap positif.
“Pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,44 persen, luar biasa sekali. Ini merupakan hal positif, mungkin pada 2020 dan 2021 calon buyer investor wait and see, tahun ini tepat untuk menjadi pengusaha,” tuturnya.
MH Said Abdullah, Ketua Badan Anggaran DPR, memaparkan beberapa sektor penyebab ekonomi mengalami pertumbuhan.
Setelah pandemi, sektor industri mulai bangkit dan tumbuh sebesar 4 persen. Kenaikan beberapa harga komoditas juga telah mendorong pertumbuhan sektor pertambangan sebesar 4 persen (yoy).
Pada sektor pergudangan dan transportasi mengalami pertumbuhan sebesar 21,27 persen (yoy), sektor perdagangan, restoran, gas, hotel, dan listrik tumbuh sebesar 9 persen (yoy).
Selain itu, sektor pertanian menopang sebesar 12,98 persen dan tumbuh dengan meyakinkan sebesar 1,37 persen.
Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pertanian, menyebutkan bahwa selama 3 tahun terakhir sektor pertanian menjadi bantalan ekonomi tumbuh positif di saat sektor lainnya mengalami penurunan.
“Kita ingat bahwa semua negara mengalami turbulensi yang sama. Pandemi merebak ke seluruh dunia. perubahan cuaca atau climate change membuat cuaca berubah. Belum lagi kita menghadapi geopolitik perang Rusia dan Ukraina. Namun pertanian Indonesia selalu hadir dan menjadi bantalan ekonomi,” tuturnya. (CNN/Kompas/Okezone/Detik, Arlita Azzahra Addin)
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi