TASIKMALAYA–KEMPALAN: Sekjen ANIES FAST Korda Priangan Timur, Ir. H. Rudi Choerudin, yang akan mengikuti kegiatan bertajuk Anies di Puncak Rinjani, memang merupakan seorang pecinta alam.
Bahkan sejak mulai dini dia sudah menunjukkan kesukaan pada dunia petualangan di alam bebas.
“Oh, iya. Saya memang pecinta alam. Sejak lulus SMP, saya sudah naik gunung, masuk hutan, laut, sungai, semua sudah (saya lalui),” jelasnya, Sabtu, 6 Agustus 2022.
Karena itu, sambung kakek tiga cucu berusia 62 tahun ini, hampir semua gunung di Indonesia sudah pernah ditaklukkannya. Tinggal satu lagi yang belum digapainya. Yaitu, Jayawijaya, gunung tertinggi di Indonesia, yang telat di Kabupaten Puncak Jaya, Papua.
“Di Indonesia tinggal Jayawijaya yang belum,” ungkapnya.
Bahkan tidak hanya di dalam negeri, jebolan Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung ini juga menjelajah sampai ke berbagai gunung di luar negeri. Dia misalnya pernah mendaki Alpen, pegunungan yang membentang di delapan negara di Eropa itu.
“Saya naik dari Swiss,” bebernya.
Sampai saat ini, Rudi masih terus naik gunung. Bahkan, dalam satu tahun minimal dia harus naik gunung sekali.
“Awal tahun ini saya sudah naik ke Merbabu. Rencananya paling akhir tahun baru naik lagi,” ungkap Rudi yang memilih pensiun dini lebih dari 15 tahun lalu dari Siemens, perusahaan multinasional yang berkantor pusat di Munich, Jerman.
Karena itu dia menyambut dengan senang ketika mendengar kabar Relawan Anies FP 24 NTB mengundang relawan Anies dari seluruh Indonesia untuk ikut mengibarkan bendera Merah Putih dan bendera relawan Anies tepat pada Hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2022 mendatang.
“Cuma karena ada event ini, saya juga pendukung Anies, saya terpanggil. Saya sampaikan ke Ketua Umum (ANIES FAST). Dia bilang, ‘Siap, saya dukung’. Alhamdulillah. Insya Allah setahun jadi naik dua kali ini,” katanya sambil tertawa kecil.
Mengikuti kegiatan ini akan menjadi kesempatan yang ketiga kali bagi Rudi menaklukkan gunung tertinggi ketiga di Indonesia tersebut, 3.762 mdpl.
Meski begitu, berbagai persiapan terus dilakukannya agar berhasil menjalankan misi yang telah dicanangkan.
“Alam, gunung itu tidak boleh diremehkan. Persiapan harus tetap maksimal,” tegas Rudi, yang sehari-hari berkebun ini.
Namun, berbeda dengan selama ini ketika naik gunung harus merogoh kocek sendiri, dalam pendakian kali ini dia juga dibantu oleh relawan Anies lainnya.
“Kalau untuk sekarang, karena saya membawa amanah dan nama ANIES FAST, ada dukungan finansial dari kawan-kawan,” tandasnya. (kba)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi