Minggu, 8 Maret 2026, pukul : 15:06 WIB
Surabaya
--°C

Jalan Ataturk

KEMPALAN: Kalau ada riset mengenai 100 tokoh paling kontroversial di dunia, mungkin, Mustafa Kemal Ataturk akan berada pada urutan 10 besar, atau malah bisa berada pada urutan paling atas. Dia tokoh yang banyak dipuja, tapi juga banyak dicerca. Bagi pengikutnya dia adalah dewa, bagi musuh-musuhnya di adalah setan.

Kontroversi sangat lekat dengan Ataturk. Karena itu wajar kalau sekarang muncul kontroversi di Indonesia karena namanya akan diabadikan sebagai nama jalan di salah satu ruas jalan di Jakarta. Bagi masyarakat Indonesia Ataturk punya wajah ganda dengan segala kontroversinya. Satu sisi menunjukkan wajahnya sebagai pembawa modernisasi, sisi lainnya menunjukkan wajahnya sebagai pembawa sekularisasi.

Pemujanya menyebut Ataturk bapak modernisasi Turki. Dia pendiri republik Turki pada 1924 dan sekaligus menjadi presiden pertama. Kelahiran Republik Turki sekaligus menjadi berakhirnya kekhalifahan Turki Utsmani yang sudah berkuasa selama 600 tahun.

Ataturk menjadi tokoh yang mengetok paku pada peti mati kekhalifahan Utsmani, dan secara resmi menguburkannya. Tetapi Ataturk bukan satu-satunya penyebab kematian kekhalifahan Utsmani yang banyak mengalami problem kompleks di masa-masa terakhirnya.

Di masa kejayaannya, kekhalifahan Turki Utsmani adalah super power dunia yang kekuasaannya merentang sampai ke Eropa, Afrika Utara, Timur Tengah, dan sebagian Asia. Turki Utsmani didirikan oleh Usman Bey di wilayah Turki pada 1299 sebagai sebuah kadipaten kecil di Anatolia. Setelah 1354, Kekuasaan Utsmaniyah mulai melintasi Eropa dan menaklukkan wilayah Balkan, dan menjadikan negara Utsmaniyah menjadi negara lintas benua.

Sultan Mehmed II berhasil menaklukkan Kekaisaran Romawi Timur yang menjadi pusat kekuatan Kristen dengan menduduki ibukota Konstantinopel pada 1453. Di kalangan Islam Sultan Mehmed dianggap sebagai pahlawan besar dan dikenang sebagai ‘’Muhammad Al Fatih’’ atau Muhammad Sang Penakluk.

Penaklukan oleh Muhammad Al Fatih ini bukan sekadar kemenangan politik dan militer, tetapi menjadi sebuah pembuktian nubuwah. Nabi Muhammad saw 8,5 abad sebelumnya sudah memberikan nubuwahnya bahwa ia melihat pasukan Islam menancapkan kaki-kakinya di Konstantinopel yang merupakan jantung kekuasaan Barat yang Kristen.

Sepanjang abad ke-16 dan 17 di bawah kekuasaan Sultan Sulaiman Al Qanuni, Kesultanan Utsmani menjadi salah satu negara terkuat di dunia, menjadi imperium multinasional dan multibahasa yang mengendalikan sebagian besar Eropa Tenggara, Asia Barat, Kaukasus, Afrika Utara, sampai ke Tanduk Afrika.

Kesultanan Utsmaniyah menjadi pusat interaksi antara dunia Barat dan Timur selama lebih dari enam abad. Mesir yang menjadi kekuatan Islam di Timur Tengah ditaklukkan oleh Utsmani pada 1517 dan menandai integrasi dua kekuatan Islam yang paling dominan. Di bawah pemerintahan Sultan Salim I penguasa Utsmaniyah tidak hanya berperan sebagai sultan atau kepala negara Utsmaniyah, tetapi juga sebagai pemimpin dunia Islam secara simbolis.

Dalam perkembangannya kemudian, Barat mengejar ketertinggalannya dengan menemukan Rennaisance yang menjadi tonggak kebangkitan peradaban Barat. Pada saat yang bersamaan, kekuasaan Utsmaniyah mulai uzur dan dilanda kejumudan dan dirusak oleh berbagai kasus maladministrasi.

Renaissance melahirkan…

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.