JAKARTA-KEMPALAN: Lebih dari total 5 Ribu militer asal Indonesia dan AS telah melakukan latihan militer gabungan di pulau Sumatera, yang kemudian menjadi sinyal besar hubungan kedua negara yang lebih baik ditengah semakin agresifnya Tiongkok di kawasan Indo-Pasifik.
Latihan militer gabungan antara kedua negara tersebut telah dilakukan sejak tahun 2009 dengan nama Garuda Shield.
Namun pada tahun ini, dikatakan menjadi yang paling besar karena adanya tambahan personil dari Militer Australia dan Jepang.
Latihan militer gabungan yang sudah dimulai sejak Rabu (3/8) memiliki tujuan untuk semakin memperkuat kapabilitas, kepercayaan dan kerja sama di kawasan Indo-Pasifik.
“Latihan ini menjadi simbol hubungan AS-Indonesia yang semakin baik di kawasan” ucap Charles Flynn, Komandan Pasukan Militer AS di Pasifik.
Charles Flynn juga sudah bertemu dengan Kepala AD Indonesia yaitu Jenderal Andika Perkasa dalam upacara pembukaan di Baturaja, Sumatera Selatan.
Disebutkan bahwa latihan gabungan tersebut akan dilaksanakan hingga 14 Agustus mendatang.
Melansir dari Aljazeera, latihan gabungan yang dilaksanakan selama 2 minggu tersebut terjadi setelah militer Tiongkok melaksanakan latihan militer terbesarnya di Taiwan ketika petinggi AS yaitu Nancy Pelosi mengunjungi Taiwan.
Terlebih lagi, hingga saat ini, Tiongkok masih bersifat asertif di kawasan Laut Cina Selatan.
AS memandang Indonesia sebagai mitra strategis di kawasan Pasifik—dan bahkan Indonesia juga sudah mengecam tindakan Tiongkok di Taiwan.
Menanggapi adanya latihan militer gabungan tersebut, disebutkan bahwa Tiongkok memandangnya sebagai sebuah ancaman.
Dalam media nasional Tiongkok, AS dituduh memiliki keinginan untuk membangun aliansi di Indo-Pasifik—seperti NATO, yang kemudian akan menjadi ‘Dalang’ provokasi di kawasan.
Apakah kedepannya akan terbentuk aliansi seperti NATO di kawasan Indo-Pasifik?
(Aljazeera, Muhamad Nurilham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi