KEMPALAN: ADA yang menyebutnya ‘’lelaki kemayu’’, ada juga yang menyebutnya ‘’pria melambai’’, dan ada yang menamainya ‘’laki-laki tulang lunak’’. Mereka adalah sekalangan pria yang berpenampilan mirip wanita dan berdandan serta berbicara dengan dandanan dan logat feminin.
Fenomena ini belakangan bermunculan di ajang Citayam Fashion Week (CFW) di area SCBD. Di setiap show selalu ada side show. Di setiap pertunjukan besar selalu muncul pertunjukan sampingan yang terkadang bisa mengalihkan perhatian dari show besar. Sejumlah lelaki kemayu ini muncul di show SCBD dan menarik perhatian banyak orang karena tampilannya yang nyeleneh dan beda.
Berbedalah maka kamu akan terkenal. Begitu kata pepatah Arab. Maka untuk menjadi terkenal tidak membutuhkan persyaratan yang sulit, asal berani beda maka peluang menjadi terkenal akan lebih besar. Maka anak-anak SCBD pun berebut perhatian dengan penampilan yang berbeda, dan banyak yang asal beda.
Lelaki kemayu itu pun bermunculan dengan dandanan yang asal beda. Ada yang bercelana pendek dan tank top yang terbuka lebar di bagian punggung dan menyebutnya sebagai gaya ‘’backwind style’’ alias gaya angin buritan. Ada yang memakai celana panjang ketat dan membiarkan bagian atasnya terbuka dengan hanya mengenakan sejenis bra dan menyebutnya sebagai ‘’open-bra style’’.
BACA JUGA: Baim Wong
Tidak biasanya anak-anak jenis lelaki kemayu ini berani muncul di tempat terbuka seperti ajang SCBD ini. Biasanya mereka cenderung tampil di tempat-tempat mejeng yang khusus dihadiri oleh komunitas sejenis dan tempatnya lebih eksklusif dan tertutup. Di beberapa kota besar ada tempat-tempat khusus untuk para lelaki kemayu berkumpul. Di Jakarta ada Taman Lawang dan di Surabaya ada Jl Irian Barat, dan di beberapa kota besar juga bermunculan sentra-sentra lelaki kemayu tersendiri.
Di kalangan lelaki kemayu itu aktivitas mejeng disebut sebagai ‘’ngeber’’ semacam buka lapak atau membuka dagangan untuk berjualan. Biasanya dalam aktivitas ngeber itu mereka mencari pasangan, dan banyak juga yang melakukannnya secara transaksional dengan menerima imbalan uang untuk pelayanan seksual yang diberikan.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi