Sementara, hasil penyelidikan polisi, menduga Kopda Muslimin otak penembakan isterinya. Tapi, pelaksana dilakukan orang lain. Polisi kemudian menetapkan Kopda Muslimin sebagai buron atau masuk DPO (Daftar Pencarian Orang).
Sedangkan, awal Muslimin menghilang, seperti diceritakan Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar. Muslimin menelepon selingkuhannya, R, minta dijemput di daerah Papandayan, Semarang.
R benar datang menjemput. Lantas mereka berdua naik motor menuju Kendal, rumah orang tua Muslimin. Di perjalanan itu Muslimn dengan bangganya cerita kepada R, bahwa hubungan mereka sejak itu sudah aman. Artinya, bisa berlanjut lancar.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi