Selama periode Madinah Rasulullah mengatur dan mengikuti berbagai perang besar dan kecil. Dua perang paling penting pada masa awal hijrah adalah Perang Badar dan Uhud. Pada Perang Badar, pasukan muslim yang berjumlah 300 orang amatir dan bersenjata apa adanya bisa mengalahkan pasukan kafir Mekah yang berjumlah seribu orang dengan persenjataan lengkap.
Kemenangan Badar bukan sekadar kemenangan militer tetapi kemenangan moral. Pasukan kafir membalas pada tahun ketiga hijriyah dengan pasukan yang lebih besar. Pada perang di Bukit Uhud pasukan Islam bisa dipukul mundur dan menyebabkan jatuh korban yang sangat besar. Rasulullah sangat terpukul oleh kekalahan ini dan melakukan konsolidasi dengan cepat.
BACA JUGA: The Good, The Bad, and The Ugly
Dalam 10 tahun masa pemerinatah Madinah Rasulullah memimpin perang hampir setiap tahun. Puncak prestasi militer Islam tercapai pada tahun ke-8 hijrah ketika pasukan Islam bisa masuk ke Mekah tanpa perlawanan. Fatkhul Makkah, Pembebasan Makkah menjadi kemenangan puncak pasukan Islam. Tidak ada pembunuhan besar-besaran sebagai balas dendam. Sejarah tercatat hanya ada empat orang kafir yang terbunuh, itupun karena mereka dianggap berkhianat.
Semangat hijrah ini sekarang mengilhami kebangkitan gerakan Islam di Indonesia. gerakan hijrah di Indonesia sangat beragam dan tidak monolitik, sehingga tidak mudah digeneralisasi. Gerakan hijrah menyebar dengan cepat dan luas karena para pendakwah hijrah lebih piawai memainkan teknologi informasi untuk kepentingan dakwah. Muncullah generasi ustaz digital seperti Adi Hidayat, Khalid Basalamah, Hanan Attaki, Ustaz Abdul Somad, dan banyak lagi. Mereka mempunyai follower jutaan jamaah dan ceramahnya diikuti dengan sangat antusias setiap saat.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi