Minggu, 3 Mei 2026, pukul : 13:42 WIB
Surabaya
--°C

Terkait Penolakan Sekdaprov Jatim, AMAK Indonesia: Jangan Berpikir Picik dan Kerdil

SURABAYA-KEMPALAN: Seperti disampaikan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di acara tasyakuran kepulangan haji kepada wartawan, Kamis (14/7), Sekdaprov Jatim akan dilantik di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (15/7) ini.

Kendati demikian, hingga saat ini belum diketahui secara pasti siapa calon Sekdaprov definitif yang akan dilantik tersebut. Juga tentang lamanya proses untuk memutuskan satu di antara tiga nama yang dikirimkan oleh Panitia Seleksi ( Pansel ) ke Jakarta.

“Ada salah satu LSM yang menolak Sekdaprov Jatim yang notabene bukan dari Jawa Timur dan tidak pernah bertugas di lingkungan SKPD Pemerintah Propinsi Jawa Timur. Saya pikir tindakan mereka sudah kebablasan. Pakai bikin petisi penolakan segala. Jangan berpikir picik dan kerdil. Kenapa? Saya menengarai LSM tersebut kurang baca regulasi, nggak tahu mekanisme dan prosedur hingga Panitia Seleksi mendapatkan tiga nama calon Sekdaprov Jatim akhirnya terpilih setelah melewati sejumlah tahapan seleksi, ” kata Ponang Adji Handoko, Ketua Umum Aliansi Masyarakat Anti ( AMAK ) Indonesia, kepada wartawan di Surabaya, Kamis (14/7) malam.

Menurut Ponang Adji, sepatutnya sebagai aktivis yang benar harus bersikap independen, berpikir jernih, dan nggak perlu ada muatan kepentingan terhadap salah satu calon. Karena kerja keras dan sangat teliti Panitia Seleksi patut diapresiasi. Ada Prof Nuh, Prof Mas’ud Said. Mereka itu bukan orang sembarangan,” ujar pria yang akrab disapa Bonang ini.

Dia menambahkan bahwa bursa calon Sekdaprov di manapun dilakukan secara terbuka dan transparan. Misalnya Jawa Timur membuka bursa tersebut, semua putra putri terbaik Bangsa Indonesia boleh mendaftarkan dirinya.

“Dipersilakan mendaftar. Lha celakanya, misalnya nanti yang dilantik nggak berasal dari Jawa Timur kemudian ditolak, ini berbahaya. Sekali lagi berbahaya. Bisa pecah NKRI jika ada aktivis seperti ini. Mereka sudah nggak mikirin persatuan dan kesatuan. Tapi kepentingan calon yang didukung. Mereka jika berpikir kritis, boleh tidak setuju. Tapi jangan sekonyong-konyong, ujug -ujug terus menolak, ” tuturnya

Sekadar diketahui, dari ketiga calon Sekdaprov Jatim tersebut satu di antaranya merupakan pelamar dari luar Pemprov Jatim. Yakni Adhy Karyono yang saat ini duduk sebagai Staf Ahli Menteri Sosial Bidang Perubahan dan Dinamika Sosial.

Sementara calon lainnya, yakni Dr Ir Jumadi saat ini merupakan Kepala Dinas Kehutanan Jatim dan berpengalaman menjadi Pj Sekdaprov Jatim di era Gubernur Soekarwo. Terakhir, Dr Nurkholis saat ini menjabat Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral yang juga pernah menjabat Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim. (Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.