Dalam urusan demografi Indonesia lebih beruntung karena mendapatkan berkah ‘’bonus demografi’’. Ini berarti jumlah penduduk yang produktif lebih banyak dari penduduk dengan usia non-produktif. Penduduk dalam rentang usia 15 sampai 64 tahun masuk dalam kategori produktif, dan dia atas usia 64 masuk dalam kategori pensiunan.
Bonus ini menjadi modal besar bagi Indonesia untuk meningkatkan produktifitas. Bonus ini merupakan hasil kerja rezim Orde Baru yang menjalankan program keluarga berencana at all cost. Hasilnya bisa dinikmati oleh rezim Reformasi yang menggulingkan rezim Orde Baru. Thank’s to Soeharto.
BACA JUGA: Rajapaksa
Bonus demografi menjadi semacam pisau bermata dua yang punya dampak negatif. Kalau tidak tersedia lapangan kerja yang memadai maka angka pengangguran akan meningkat dan gangguan sosial dan kriminalitas akan menjadi persoalan serius.
Bonus demografi ini secara tidak langsung juga memberi kekuatan ekstra kepada Indonesia untuk keluar dari pandemi relatif lebih cepat. Dalam beberapa minggu ini ada kecendrerungan penularan Covid-19 meningkat lagi, tetapi dibandingkan dengan negara lain kondisi Indonesia masih aman. Jumlah penduduk usia muda yang besar membuat ketahanan tubuh rata-rata lebih kuat dan pada akhirnya herd immunity lebih cepat tercapai.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi