Kamis, 28 Mei 2026, pukul : 16:12 WIB
Surabaya
--°C

Resesi Seks

Pemerintah Orde Baru bekerja keras untuk menekan angka kelahiran. Program Keluarga Berencana menjadi salah satu prioritas utama. Program itu menjadi taruhan dan dijalankan dengan berbagai cara, termasuk pemaksaan pemakaian alat kontrasepsi. Slogan ‘’Dua Anak Cukup’’ menjadi slogan yang dipajang dimana-mana. Para aktivis demokrasi dan HAM (hak asasi manusia) menganggap program keluarga berencana sebagai pelanggaran HAM.

Program ini mulai diperkenalkan pada 1970, dan 20 tahun kemudian program ini berhasil menurunkan tingkat kelahiran bayi dari rata-rata 7 bayi setiap ibu menjadi 3 bayi setiap ibu. Keberhasilan ini membuat program KB dipuji dan diberi penghargaan oleh PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa).

BACA JUGA: Citayam Fashion Week

BACA JUGA  Haramkan Dosen dan Tendik: Unesa Putar Balik Tradisi Kurban, Prioritas Mutlak Wong Cilik dan Mahasiswa Rantau

Setelah rezim Orde Baru jatuh maka program KB pun tidak terdengar lagi suaranya. Tapi, zaman sudah berubah. Keluarga-keluarga muda tidak perlu lagi dipaksa untuk melakukan KB, karena mereka sudah melakukannyan dengan sukarela. Dua anak cukup bukan sekadar slogan tapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup.

Kondisi ekonomi yang semakin ketat dan biaya pendidikan, kesehatan, dan perumahan yang makin mahal tidak memungkinkan pasangan muda untuk memunyai banyak anak. Banyak pasangan suami –istri sama-sama bekerja untuk memenuhi hajat hidup, dan itu pun hanya cukup untuk menghidupi dua anak.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.