Minggu, 19 April 2026, pukul : 09:29 WIB
Surabaya
--°C

Citayam Fashion Week

KEMPALAN: SUDIRMAN Central Business District atau SCBD adalah kawasan segitiga emas paling mahal dan paling bergengsi di Jakarta. Di situlah puncak ekspresi modernitas yang ditandai dengan gedung-gedung pencakar langit dengan desain yang seragam. Di situlah transaksi bisnis besar berputar setiap hari. Di situlah pusat budaya global diekspresikan.

Beberapa bulan terakhir, fenomena SCBD berubah. Bukan lagi sebagai sentra bisnis yang elitis, tetapi berubah menjadi sentra anak-anak generasi milenial untuk berkumpul dan mengekspresikan diri. SCBD bukan lagi Sudirman Central Business District, tapi ‘’Sudirman, Citayam, Bojong Gede, Depok’’ untuk menggambarkan daerah-daerah pinggiran yang selama ini dianggap peripheral dan marginal.

Anak-anak berusia belasan tahun bergaya dengan dandanan yang mencolok memenuhi kawasan Jenderal Sudirman, Jakarta. Area depan pintu keluar masuk Stasiun Kereta Api Komuter Dukuh Atas hingga terowongan Kendal menjadi ajang catwalk terbuka bagi ABG itu untuk mengeskpresikan diri dan gaya.

Anak-anak baru gede, ABG, itu tidak cuma pamer gaya berpakaian, banyak juga yang mencari perhatian dengan pamer keterampilan olahraga seperti permainan skateboard dan seni tari breakdance. Pameran aneka macam model pakaian ini kemudian disebut sebagai ‘’Citayam Fashion Week’’, sebuah sebutan bernada pejorative yang mengejek, tetapi malah menjadi brand yang marketable.

Ada juga yang menyebutnya sebagai Citayam Wave atau Citayam Fashion Show. Dari ajang pameran itu pun muncul nama-nama yang menjadi ikon baru seperti Bone, Kurma, Roy, dan Jeje. Mereka menjadi bintang catwalk jalanan sekaligus menjadi selebritas dadakan yang populer di TikTok dan platform-platform lain.

Kemasifan penyebaran konten-konten media sosial yang mengupas habis fenomena Citayam Fashion Week dan keinginan menjadi viral serta terkenal di jagat maya menjadikan suasana petang di Kawasan Sudirman ini mirip keramaian anak-anak muda di Shibuya, Jepang.

Ada yang merasa gerah dengan fenomena itu karena menganggapnya mencemari elitisme Jl Sudirman. Mereka mengokupasi jalan dan meninggalkan sampah. Ada yang merokok walau usianya masih belia.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.