Demokrasi liberal juga harus diterapkan di seluruh dunia karena paling sesuai dengan kodrat kemanusiaan. Hak asasi manusia, demokrasi liberal, dan kapitalisme adalah ideologi dunia, yang menjadi tanda berakhirnya sejarah, ‘’the end of history’’. Seluruh dunia harus menerima dan mengadopsinya tanpa boleh menerapkan kearifan lokal, yang menjadi kekhasan dan kekuatan identitas bangsa-bangsa selama ini.
Modernitas dipaksakan ke seluruh dunia dengan ciri konformitas yang tunggal dan sergam. Budaya pop menjadi acuan budaya dunia yang bercirikan keseragaman yang merata. Fast food dan minuman ringan menjadi mode dan tren di seluruh dunia. Tidak ada ruang untuk berbeda.
Teknologi digital melahirkan fenomena baru. Ruang publik terbuka lebih lebar untuk berekspresi dan bereksistensi. Anak-anak muda dari generasi SCBD itu menjadikan Citayam Fashion Show sebagai ajang untuk unjuk diri dan menegaskan identitas serta standar mode mereka sendiri.
Siapa pun boleh menyinyir dengan menyebut mereka katrok maupun norak. Tetapi, mereka sudah terbukti sukses melakukan dekonstruksi, pembongkaran, terhadap dominasi kalangan elite yang merasa menjadi pemimpin fashion dunia. Modernisme mendikte orang menjadi seragam, sekarang era post-modernisme muncul ketika semua orang bebas mengekspresikan gaya dan eksistensinya.
Anak-anak SCBD itu bagian dari generasi post-modern yang berhasil menunjukkan budaya tandingan (counter culture) melawan budaya elitis yang hanya dikuasai oleh segelintir orang elite.
Bone, Kurma, Roy, dan Jeje, muncul sebagai ikon baru yang tidak kalah mentereng dengan ikon-ikon elite lainnya. (*)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi