“Kamu dibajak oleh pikiranmu. Emosi yang sangat kuat terus memicunya. ”
Emosi yang kuat ini mengalahkan akal sehat pecemburu. Leahy menegaskan, pecemburu benar-benar percaya, bahwa pasangannya tidak setia.
Tahap selanjutnya, pecemburu mulai berusaha mengetahui segalanya. Terkait kecurigaan yang sudah muncul.
Caranya beragam. Memeriksa email, chat WA, medsos lain, menguntit di media sosial, “menguji” sikap pasangan, atau melakukan interogasi intens tentang apa yang telah dilakukan pasangannya. Seolah pasangan adalah milik pecemburu seutuhnya.
Setelah itu, muncul upaya untuk mengontrol perilaku pasangannya dengan ancaman, baik kepada orang yang dicintai atau kepada kenalan yang dianggap sebagai pesaing:
“Ancaman bisa bersifat psikologis. Menahan kasih sayang. Penghinaan. Ancaman untuk pergi dan membawa pergi anak. Bahkan ancaman bunuh.”
“Itu bisa membuat partner menjauh. Atau tetap bertahan. Atau melakukan serangan balasan. Kecemburuan adalah emosi yang dapat mengganggu Anda, membuat teman berpisah, dan menghancurkan keluarga. Ini adalah bagian dari lagu, tragedi, dan puisi.”

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi