Kamis, 18 Juni 2026, pukul : 08:49 WIB
Surabaya
--°C

Bangsa Kuli

KEMPALAN: SEJAK awal kemerdekaan Indonesia Presiden Soekarno mengingatkan agar bangsa Indonesia menjadi bangsa mandiri. Berdikari, berdiri di atas kaki sendiri, dihormati di antara bangsa-bangsa. Jangan sampai bangsa Indonesia menjadi bangsa kuli dan menjadi kuli bangsa-bangsa lain, a nation of coolies and a coolie among nations.

Dalam percaturan geopolitik ketika bangsa-bangsa di seluruh dunia terpecah menjadi bipolar, dua kutub–Amerika Serikat yang kapitalistis dan Uni Soviet yang komunis–Bung Karno menolak menjadi bagian dari kutub-kutub itu. Indonesia harus bebas dari kutub-kutub itu dan berdiri bebas sebagai negara Non-Blok.

Indonesia yang mengalami penderitaan panjang karena penjajahan imperalisme ratusan tahun berkomitmen untuk mendapatkan kemerdekaan nasional yang total. Merdeka secara politik, berdaulat secara ekonomi, dan berkepribadian secara budaya. Pengalaman pahit akibat penjajahan membuat bangsa Indonesia bertekad tidak akan mau lagi dijajah. Bangsa Indonesia juga bertekad akan memerangi penjajahan di mana pun di seluruh penjuru dunia.

BACA JUGA  Mundur Selangkah, Maju Seribu Langkah

Penjajahan harus dienyahkan dari seantero dunia karena penjajahan tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadilan. Itulah sebabnya Indonesia menentang pembentukan Federasi Malaysia karena dianggap sebagai negara boneka bentukan penjajah Inggris.

BACA JUGA: Israel dan Piala Dunia

Dekade 1960-an Indonesia adalah negara yang disegani oleh Malaysia. Bung Karno meneriakkan ‘’Ganyang Malaysia’’ dalam peristiwa konfrontasi yang membuat Malaysia ketakutan dan harus mengandalkan perlindungan dari Inggris. Dekade 1970-an, ketika hubungan Indonesia-Malaysia mulai terbuka, banyak warga Malaysia berguru ke Indonesia, dan guru-guru terbaik Indonesia direkrut Malaysia untuk mengajar.

Kini, kondisi terbalik. Dulu Indonesia mengekspor guru sekarang mengekspor tenaga kerja alias pembantu. Kata Cak Lontong, bukan kualitas Indonesia yang turun, tapi selera orang Malaysia yang turun, dulu menyukai guru sekarang menyukai pembantu.

BACA JUGA  Tragis!, Kericuhan Pecah di Jalan Sehat Tahun Baru Islam Pemprov Jatim, Kotak Undian Ditumpahkan Massa
forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.