Mata Kamera Youtuber pada Hujan

waktu baca 3 menit
Mata youtuber (*)

KEMPALAN: Kata sementara pendapat, hujan adalah: kenangan. Namun, bagi saya, hujan adalah: keindahan,;setidaknya setelah saya nonton sejumlah konten yang diproduksi kanal ‘Indo Culture’, youtube, yang menghadirkan: video-video alam pedesaan dan perkampungan di kota-kota kecil pada kontur perbukitan di kawasan Pekalongan, Jawa Tengah dalam kondisi senantiasa diguyur hujan. 

Menjadi youtuber yang berkarakter kuat tidak mudah. Harus konsisten dengan satu genre. Banyak memang   yang memiliki subscriber ratusan ribu atau bahkan jutaan yang lantas menghasilkan adsense, iklan, cuan yang ditonton oleh bejibun viewer dimana  para netizen mendapat hiburan kendati itu dari video-video yang dihasilkan oleh sesuatu yang “kuantiti” (konten-konten “biasa”), terutama dari sejumlah daily vlog (video blog harian). 

Dan, sudah banyak video yang dihasilkan oleh beberapa  kanal seperti  ‘Garut Turunan Kidul’, ‘Bandung Turunan Kidul’, ‘Petualangan Alam Desaku’, ‘Budak Pilemburan’,  ‘Tedhong Telu’,  ‘Niat Kuring’, ‘Man in Blusukan’ dan masih banyak lagi. Semuanya bikin hati saya maknyes setelah nonton konten-konten yang mengeksploitasi keindahan alam pedesaan dan rumah-rumah penduduk di pedalaman itu. 

Namun, keindahan yang eksotis dan unik  berkarakter kuat, bagi saya masih dipegang oleh kanal ‘Indoculture’ dimana hanya menyuguhkan video-video alam pedesaan, rumah-rumah di jalan dan gang-gang kecil di kota-kota (mungkin) di  kecamatan di luar inti kota, di kontur perbukitan, yang semuanya ditampilkan dalam suasana hujan, baik hujan gerimis, hujan sedang maupun hujan deras.

Saya bayangkan bagaimana youtuber kanal ini melakukan kerja kreatifnya dalam suasana hujan, berpayung (pada salah satu konten, terlihat ujung emperan payung), berjalan melewati pematang, jalan-jalan setapak; menapaki pinggiran jalan berhotmix di pedesaan yang permukaan aspalnya beberapa di antaranya ada yang mengelupas, tapi belum menampakkan dasar sirtu-nya. 

Yang membuat saya kagum lagi, pengambilan “adegan-adegan” ini menampakkan gambar yang stabil, tidak goyang, mungkin lantaran saat berganti adegan, mata kamera pelan-pelan mengganti objek lainnya tanpa bikin kepala pening karena saking cepatnya sebagaimana sering saya tonton pada banyak   kanal daily vlog.

Mungkin, lantaran konten-konten video ini diambil pada saat hujan, maka tidak banyak mengeksploitasi kehidupan manusia (padahal nama kanal: indoculture). Yang ada adalah motor yang diparkir di teras, tumpukan kayu bakar yang diletakkan di samping rumah, atau beberapa pasang sandal yang “parkir” di depan pintu kamar tamu. Juga: jalan setapak kecil yang turun curam yang di kanan-kirinya “dipagari” semak-belukar. 

Tetapi, saat beberapa konten menyuguhkan, antara lain, beberapa orang dan anak-anak berhujan-hujan (mungkin pergi ke warung sembako atau lokasi lain), banyak mengundang viewer. Artinya, alam dan manusia pedesaan cenderung mengundang keterpesonaan. 

Bilamana Anda menjumpai kanal ini, mungkin Anda akan terkejut, lantas mengatakan: “Apa istimewanya, wong penonton rata-rata tiap konten cuma 10.000 sampai 25.000 viewer (meski ada juga yang ditonton 500.000-an, bahkan 900.000-an viewer”).

Namun, cobalah baca kolom komentar. Mungkin Anda akan bertanya-tanya, kok bisa ya sekitar 70% penonton kanal ini berasal dari luar negeri: Russia, Spanyol, Brasilia, Thailand, Filipina, Pakistan, Kenya, Mexico dan sejumlah negara lain. Mereka kebanyakan memuji: “Betapa Indahnya alam Indonesia!”.

Lantas,  bagaimana jika sudah menginjak kemarau yang sudah jarang hujan, bahkan tak ada hujan? (Mungkin  youtuber-nya masih nyimpan stok yang pengambilan gambarnya dilakukan  saat musim hujan dulu…).

Subscriber (“pelanggan”/pengikut) kanal ini “cuma” 51 ribu dengan konten 301 video. Namun, saya yakin ‘Indoculture’ akan terus melejit. Sebab, ketika  kanal ini saya tonton setahun lalu subscriber baru 17 ribu dengan jumlah konten 156.

(*Amang Mawardi* – jurnalis senior, penulis sejumlah buku).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *