Kamis, 4 Juni 2026, pukul : 01:39 WIB
Surabaya
--°C

Takabur

Takabur adalah sifat yang amat dibenci Allah SWT dan dapat menghalangi seorang hamba masuk surga-Nya sehalus apapun kesombongan itu. Takabur menurut penjelasan Rosulullah SAW adalah merupakan himpunan dari dua sifat. Dua sifat tersebut diantaranya menolak kebenaran dan merendahkan orang lain. Hal ini sesuai dengan sabda Beliau, “Takabur adalah (sifat) orang yang menolak/mengingkari kebenaran dan merendahkan orang lain.” (HR. Abu Daud dan Hakim).

Allah SWT melarang umat Islam berjalan di muka bumi dengan sombong. Berjalan dengan sombong di muka bumi bukanlah sikap yang wajar dan terpuji, karena bagaimanapun kerasnya derap kaki yang dihentakkan di atas bumi, tidak akan bisa menembus permukaannya dan bagaimanapun juga tingginya ia mengangkat kepalanya, tidak akan dapat melampaui tingginya gunung.

BACA JUGA  MAESTRO PEMULIHAN FISIK: Revitalisasi Cedera Molekuler dan Manifestasi Klinis Masase Olahraga Terintegrasi FIKK Unesa

Sebagaimana selayaknya manusia, takabur juga terbagi menjadi dua jenis yaitu, takabur Batin dan takabur Lahir. Takabur Batin adalah takabur yang bersemayam dan melekat dalam hati setiap manusia, bawaan orok sejak lahir. Seperti misalnya merasa lebih dalam hal apapun dari orang lain.

BACA JUGA: Syukur

Sementara itu Takabur Lahir adalah setiap perbuatan atau tingkah laku yang dapat dilihat secara nyata, seperti suka merendahkan, menghina atau menyepelekan orang lain. Takabur Lahir sebenarnya merupakan perwujudan dari takabur batin.

Sifat takabur akan menumbuhkan sifat-sifat buruk lainnya, seperti dengki, pemarah, pembohong, khianat dan lainnya. Ia juga akan menumbuhkan permusuhan, merusak pergaulan, mengakibatkan pemiliknya tidak memiliki perasaan untuk mencintai dan menyanyangi serta menjadi penghalangnya masuk surga.

BACA JUGA  Sabet Golden Ticket Unesa dan Tembus Skuad Uber Cup 2026, Thalita Ramadhani Berkilau di Jalur Prestasi Dunia dan Akademik

Rosulullah SAW pun menjelaskan bahwa ketika manusia memiliki atau memelihara sifat takabur, maka itu seperti merampas pakaian Allah SWT. Hal ini dijelaskan dalam hadist qudsi yang diriwayatkan oleh Thabrani dari Ali bin Abi Thalib RA. “Sesungguhnya Allah SWT berfirman, Kemuliaan adalah pakaian-Ku, Barangsiapa yang mengambilnya dari-Ku, Aku Azab dia.”

Menjadi mutakabbir begitu mudah, hanya butuh satu langkah. Membangga banggakan dan menyombongkan diri di hadapan manusia. Melupakan azab yang kelak akan diterimanya. Oleh karena itu janganlah engkau menjelaskan tentang dirimu kepada siapapun, karena yang menyukaimu tidak akan membutuhkannya, dan yang membencimu tidak akan mempercayainya. Wallahua’lam. (*)

Editor: DAD

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.