KEMPALAN: TAKABUR adalah salah satu sifat tercela yang dimiliki manusia. Takabur adalah sikap sombong, merasa lebih baik, lebih besar, lebih pandai, lebih tinggi, lebih segalanya dan merendahkan orang lain. Orang yang takabur selalu berusaha memperlihatkan kelebihannya untuk membuktikan diri sebagai yang terbaik sambil mengejek dan merendahkan yang lain. Seseorang yang memiliki sikap dan perbuatan takabur atau sombong disebut mutakabbir.
Sifat takabur atau sombong ini bisa menyelinap masuk dalam diri kita tanpa kita sadari karena banyak hal. Misalnya, karena merasa diri kaya raya kemudian timbul sifat merendahkan, merasa memiliki paras yang rupawan kemudian melecehkan dan sebagainya.
Selain itu menurut al-Muhasibi, takabur merupakan penyakit jiwa yang paling besar dan akan menimbulkan berbagai masalah. Oleh karena itu, sifat ini dapat mendatangkan kemarahan dan siksa dari Allah SWT. Imam Al-Ghazali mengatakan, takabur atau sombong adalah berupa perasaan yang melebihkan atau mengunggulkan diri sendiri. Dalam Islam, sifat takabur pertama kali ditunjukkan oleh Iblis. Saat itu, Iblis menolak untuk bersujud kepada Nabi Adam AS ketika diperintahkan oleh Allah SWT. Ini merupakan perilaku paling parah dari perilaku takabur, yaitu takabur atau sombong kepada Allah SWT.
Berdasarkan ayat 18 dalam Surat Lukman, Allah SWT telah melarang manusia untuk bersifat takabur. “Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.” Fir’aun hancur karena takabur dengan kekuasaannya, Harun binasa karena takabur dengan kekayaannya.
BACA JUGA: Mimpi
Seorang yang takabur tidak akan menyadari semua kekurangan yang dimilikinya. Sebab orang yang memiliki sifat takabur atau sombong biasanya suka memuji diri sendiri, melemahkan, mencela dan menghina orang lain, serta suka membesar-besarkan kesalahan orang lain meski hanya kesalahan sepele saja.
Orang yang memiliki sifat takabur tidak akan pernah tawadhu’, karena ia tidak akan pernah meninggalkan sifat dengki, iri hati, dan benci serta tidak mampu menahan amarah dan menerima nasihat dari siapapun, tidak akan pernah mau menghentikan penghinaan dan pelecehan terhadap orang lain.
Berasal dari bahasa Arab, takkabbara-yatakabbaru, yang artinya sombong atau membanggakan diri, takabur merupakan sifat tercela yang harus dihindari. Lawan dari sifat takabur adalah tawadhu’, yaitu menghargai orang lain dan menerima kebenaran. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Muslim, Rosulullah SAW bersabda, “Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.”

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi