Sabtu, 9 Mei 2026, pukul : 02:48 WIB
Surabaya
--°C

Mas Anies dan Interpretasi Sebuah Perubahan Kecil dalam Klinik Kesehatan di Kemendikbud

KEMPALAN: Tujuh tahun yang lalu, Mas Anies bertanya ke ajudannya di Kemendikbud.

“Pak Rizal, di Kantor ini apakah ada Klinik Kesehatan?” tanyanya.

“Ada Pak, letaknya di Gedung D, di Gedung Parkir Kendaraan Roda 4 Lantai 3,” jawab Pak Rizal, ajudan yang bertugas hari itu.

“Klinik di gedung Parkir? Ayo kita lihat sekarang,” ajak Mas Anies sambil berjalan cepat yang kemudian diikuti ajudan dengan setengah berlari.

Sudah menjadi pengetahuan umum di kalangan para staf dan ajudan. Mas Anies itu apabila berjalan sangat cepat dan konsisten, sehingga membua ajudan yang mengikuti harus setengah berlari supaya tidak ketinggalan.

Ketika sampai di klinik, supaya tidak nampak seperti sedang sidak. Mas Anies datang ke klinik gigi yang ada disana sebagai pasien yang hendak memeriksakan gigi.

Memang beginilah cara Mas Anies dalam bekerja, tidak ingin membuat repot dan terkesan kaku. Karena jika datang dalam bentuk sidak, maka akan terkesan bahwa tempat yang didatangi itu bermasalah, dan berpotensi membuat malu yang bekerja di tempat tersebut

“Assalamualaikum, Pagi Bu,” sapa Mas Menteri ini ramah ke petugas pendaftaran

“Saya belum membuat appointment sebelumnya, apakah masih bisa periksa gigi hari ini?” sambungnya.

“Eh ada Mas Menteri,” ucap petugas dengan nada sedikit kaget sambil berusaha membereskan beberapa berkas dimejanya

“Tentu Mas Menteri. Hari ini kebetulan sedang kosong, apakah ada keluhan?,” lanjutnya sambil mencoba mencari buku pendaftaran dan ballponit

“Tidak ada, hanya ingin cek saja?” sambung Mas Anies

Setelah mengisi form pendaftaran pasien baru, Mas Anies kemudian masuk ke ruang periksa dan mulai berdialog dengan dokter dan perawat disana, dimana hal ini adalah salah satu cara Mas Anies dalam memimpin sebuah organisasi yaitu mengambil data langsung dari sumbernya.

Dari sana diperoleh fakta bahwa klinik di Kemendikbud ini sangat diperlukan karyawan, karena karyawan bisa mendapatkan pelayanan kesehatan cepat, berkualitas dan gratis. Namun di sisi lain klinik ini berada di lokasi yang tidak strategis, kurang higienis, dan juga lembab serta pengap.

Usai melakukan kunjungan ke Klinik Kemendikbud tersebut, Mas Anies memanggil jajaran terkait dan bertanya kenapa klinik ada di sana, dan bagaimana solusinya agar bisa lebih nyaman untuk semua. Setelah diskusi beberapa kali, diputuskan bersama agar klinik itu dipindah ke gedung A, atau gedung utama.

Sehingga harapannya layanan kesehatan di Klinik Kemendikbud dapat lebih optimal untuk seluruh karyawan. Bahkan Klinik juga didesain sesuai standar dari Kemenkes agar memenuhi kriteria menjadi klinik pratama, sehingga dengan demikian Klinik akan dapat melayani peserta BPJS, yang mana semua PNS di Kemendikbud merupakan anggota BPJS Kesehatan.

Dalam sebuah sambutan saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Mas Anies pernah berbicara mengenai sebuah buku karya James Clear yang membahas mengenai perubahan-perubahan kecil yang membawa dampak besar bagi hidup, yakni buku berjudul Atomic Habit yang terbit pada 2018.

Dan ide terkait revitalisasi Klinik ini seolah mendahului apa yang ditulis buku tersebut. Karena pada tahun 2015, Mas Anies telah mampu mengaplikasikan dan mengintepretasikan isi buku tersebut ke dalam sebuah kebijakan, salah satunya merevitalisasi Klinik Kesehatan Kembdikbud.

Di mana pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar setiap orang. Namun, pelayanan kesehatan yang nyaman akan menjadi nilai lebih dan membuat lingkungan khususnya lingkungan kerja juga menjadi lebih sehat, karena ketika ada masalah kesehatan karyawan dapat langsung memeriksakan diri dan mendapatkan penanganan dengan cepat dan tepat

Maka dari itu Mas Anies melakukan perubahan-perubahan kecil namun dampaknya amat besar dan dirasakan. Salah satunya memindahkan klinik, memperbaiki sirkulasi udaranya, menyediakan tempat menunggu yang nyaman, sampai memberikan penerangan yang membuat orang datang ke klinik tersebut menjadi suram tapi malah optimis untuk sembuh.

Setahun berlalu sejak Klinik Kemendikbud itu dikunjungi Mas Anies. Klinik tersebut akhirnya diresmikan oleh Menteri yang baru. (mghozi)

Editor: Freddy Mutiara

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.