JAKARTA-KEMPALAN: Secara mengejutkan, Swiss National Bank (SNB) atau bank sentral Swiss menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 15 tahun. Mereka juga mengatakan siap untuk melakukan peningkatan lebih lanjut dengan bergabung oleh bank sentral lain dalam pengetatan kebijakan moneter untuk melawan tingginya inflasi.
Swiss National Bank (SNB) menaikkan suku bunga acuannya pada Kamis (16/6/2022) menjadi minus 0,25 persen dari level minus 0,75 persen yang telah diterapkan sejak 2015 dan menyebabkan mata uang safe-haven (dolar franc Swiss) naik dengan tajam.
Reuters mensurvei beberapa ekonom dan hampir semua dari ekonom tersebut memperkirakan SNB akan mempertahankan suku bunga stabil.
Langkah dengan menaikkan suku bunga tersebut merupakan pertama kalinya sejak tahun 2007 dan beriringan dengan kenaikan suku bunga 0,75 persen oleh The Fed AS pada hari Rabu (16/6/2022).
Bank sentral negara lain demi meredakan inflasi yang lebih tinggi karena harga dipacu oleh lonjakan harga bahan bakar dan makanan juga menaikkan suku bunganya.
Pada Kamis waktu Inggris, tampaknya Bank Sentral Inggris (BoE) juga akan menaikkan suku bunga karena ingin mengatasi tingkat inflasi yang terjadi.
Pekan lalu Bank Sentral Eropa (ECB) mengisyaratkan akan menaikkan suku bunga acuan pada bulan Juli 2022 sebagai pengendalian inflasi euro yang bulan lalu mencapai 8,1 persen.
Thomas Jordan, Ketua SNB, mengatakan situasi inflasi di Swiss jika melihat kenaikan harga tertinggi dalam hampir 14 tahun selama bulan Mei berarti SNB mungkin harus bertindak lagi.
“Perkiraan inflasi baru menunjukkan bahwa kenaikan lebih lanjut dalam suku bunga mungkin diperlukan di masa mendatang,” ujar Thomas.
Swiss menaikkan suku bunga acuan demi mengendalikan kenaikan harga yang terjadi pada barang dan jasa yang sebelumnya tidak terpengaruh oleh dampak perang di Ukraina dan terbatasnya pasokan akibat pandemi.
“Dalam lingkungan saat ini, kenaikan harga-harga berlanjut lebih cepat, dan juga lebih mudah diterima, daripada yang terjadi sampai saat ini,” ujar Thomas.
Mengutip dari CNBC, 1 franc dibanderol seharga 0,9814 per USD atau melesat 1,28 persen dari pasar spot. Kejutan dari SNB dengan menaikkan suku bunga membuat franc berbalik melawan dolar AS yang juga kuat setelah pengumuman kebijakan bank sentral AS (The Fed). (CNBC/Antara, Arlita Azzahra Addin)
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi