Rabu, 13 Mei 2026, pukul : 21:37 WIB
Surabaya
--°C

Smart City dalam Imajinasiku: Lomba Video Kreatif Teknik Informatika UBAYA Dimenangkan SMK St. Louis

SURABAYA-KEMPALAN: Penonton antusias melihat layar berukuran besar  di sebuah pusat perbelanjaan di Kota Surabaya. Sebuah video sedang ditampilkan. Terlihat pada adegan awal seorang remaja bertanya kepada teman-temannya apa julukan bagi Kota Surabaya selain Kota Pahlawan. Ada yang menjawab Smart City, yang lain menjawab Kota Pintar.

Adegan pada video berlanjut dengan menunjukkan bahwa Kota Surabaya memang layak disebut Kota Cerdas. Ditunjukkan pada video ini beberapa aplikasi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Dikemas dengan gaya yang lucu, video ini menyampaikan pesan yang menarik tentang Surabaya sebagai Kota Cerdas atau Smart City.

Ternyata, video menarik ini adalah karya para pelajar yang berhasil menyabet gelar Juara 1 pada lomba video kreatif bertajuk TikTok Smart City Challenge dengan tema Smart City Dalam Imajinasiku. Berjudul Infinity, video ini besutan dari Stevanus Justisio, Yohanes Carolus, – Yudha Desya, dan Alexandra Adi Abigail yang keseluruhannya merupakan pelajar SMK St. Louis Surabaya.

Digelar oleh Program Studi Teknik Informatika, lomba pembuatan video kreatif ini merupakan salah satu dari rangkaian acara memeriahkan 35 Tahun Fakultas Teknik  Ubaya. Peserta, yang merupakan mahasiswa dan pelajar, membuat video tentang harapan atau impian untuk kota cerdas yang menerapkan unsur teknologi.

Melalui lomba ini Teknik Informatika Ubaya menyediakan ajang untuk berkreasi. Mahasiswa dan pelajar ditantang untuk menampilkan kreativitas mereka melalui video. Pada pengumuman pemenang yang diadakan pada tanggal 11 Juni 2022, karya pelajar-pelajar SMK St. Louis menyabet juara 1.

Stevanus Yustiosio, salah satu anggota tim juara 1 tersebut, menjelaskan bahwa judul karyanya adalah Infinity. “Kami sengaja memilih judul INFINITY yang berarti juga Tanpa Batas. Ini menggambarkan keadaan saat ini dan masa mendatang. Manusia dibekali oleh teknologi yang semakin canggih. Buktinya, melalui smartphone saja kita bisa menjangkau semua lini, khususnya yang terkait dengan pemerintahan sebuah kota. Contohnya adalah Layanan Aplikasi maupun Website milik Pemerintah Kota Surabaya yang sangat mempermudah masyarakat dalam melakukan aktivitas perijinan sampai dengan menyampaikan aduan atau keluhan.”, kata Stevanus Yustisio.

Video dikemas dengan memasukkan guyonan dan dibawakan dengan campuran logat Surabaya. Tujuannya menurut Stevanus Yustisio adalah agar video itu menarik perhatian banyak orang serta agar informasi yang disampaikan mudah dipahami oleh penonton.

“Kami ingin penonton tidak bosan saat menyaksikannya. Informasi yang menarik bisa tersampaikan dengan baik. Kota Surabaya sehingga Surabaya mendapat julukan Smart City. Kami ingin menyampaikan bahwa semuanya sudah bisa dilakukan secara online atau daring. Dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Hanya melalui gawai. Mudah tanpa harus antre. Dengan ini Surabaya bisa menjadi kota yang aman, nyaman, efisien, berkelanjutan, serta meningkatkan kualitas transparansi dan efisiensi terhadap tata kelola pemerintahan Kota Surabaya,” tambah Stevanus Yustisio.

Digelar oleh Program Studi Teknik Informatika, lomba pembuatan video kreatif ini merupakan salah satu dari rangkaian acara memeriahkan 35 Tahun Fakultas Teknik  Ubaya.

Ellysa Tjandra, salah satu anggota dewan juri lomba, mengatakan bahwa video kreatif berjudul infinity tersebut memang menarik. “Karyanya orisinal. Ada unsur humor khas remaja atau GenZ. Pada video ini ditampilkan contoh-contoh penggunaan teknologi pada Kota Surabaya. Terdapat juga pesan, harapan, dan impian  ke depannya tentang Kota Surabaya,” kata Ellyssa Tjandra yang merupakan dosen Teknik Informatika Ubaya ini.

Ditambahkan juga oleh Ellysa Tjandra bahwa penilaian pada lomba video kreatif ini meliputi beberapa aspek. Selain orisinalitas ide, aspek penilaian lain adalah kreativitas, keunikan, dan konten informasi yang ada di dalamnya. “Aspek Bahasa juga diperhatikan. Memang pada karya Juara 1 ini ada adegan menggunakan Bahasa Suroboyoan. Tapi, ini menjadikan video ini lebih menarik. Pesan bahwa Surabaya adalah Smart City menjadi lebih tersampaikan”, tambah Ellysa Tjandra yang juga merupakan Kepala Laboratorium Enterprise System and Applied Network Technology Ubaya.

Keluar sebagai Juara 2 Lomba Video Kreatif ini adalah Tim Bebass dari Universitas Surabaya dengan judul karya “4 Futures In Heroes City”. Tim ini beranggotakan 2 mahasiswa, yaitu Gregorius Alvin dan Benhard Tita Thiono. Sedangkan Juara 3 Regina Claudia Setiawan pelajar SMAN 6 Surabaya, dengan judul karya “Manusia Bertransisi, Teknologi jadi Antisipasi”.

Rangkaian acara memeriahkan 35 Tahun Fakultas Teknik  Ubaya juga diisi dengan acara menarik yaitu talk show bertajuk Cangkruk Bareng GenZ dengan tema Building Smart City: Are We Ready” yang diselenggarakan pada tanggal 8 Juni 2022 di Grand City Surabaya. Pada talk show ini dihadirkan Agus Imam Sonhaji sebagai nara sumber utama. Agus Imam Sonhaji, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pemerintah (Dispendukcapil) Kota Surabaya, merupakan sosok yang tepat membahas Smart City, khususnya implementasinya di Kota Surabaya.

Sebelum menjabat sebagai Kepala Dispendukcapil, Agus Imam Sonhaji pernah menjabat Kepala Bagian Bina Program, Kepala Dinas Kominfo, dan Kepala Bappeko Kota Surabaya. Pembicara lainnya adalah Daniel Hary Prasetyo, dan Daniel Soesanto, yang merupakan dosen Teknik Informatika Ubaya. Kedua pembicara ini juga merupakan konsultan e-government & smart city serta anggota Tim Pengembang Government Resource Management System yang banyak berkutat dalam pengembangan software dan aplikasi Smart City. (*)

Editor: Freddy Mutiara

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.