edi hartono
Keadaannya sudah beda. Bayangkan tahun lalu, atau 2 tahun lalu. Ketika bunyi sirine ambulan terdengar tiap bbrp jam sekali. Apalagi malam2 ketika sunyi, bunyi sirine ambulan semakin nyaring dan menakutkan. Ada sesuatu diluar sana yg blm bisa dikendalikan, yg mengancam nyawa kita dan saudara2 kita. Dari sini kita bisa melihat eskrim kiri yg menentang dr.Lois dg keras, yg melihat covid sesuai cara pandang normal. Namun jangan salah juga, sadari juga bahwa dr.Lois ini orang pintar. Orang pintar bisa melihat satu hal dari sudut pandang berbeda. Dan repotnya orang pintar itu biasanya kurang sabaran. Dia ingin mendobrak sistem dan menyuarakan bahwa ada sudut pandang yg berbeda untuk menemukan solusi. Dari sini kita bisa memahami pendirian kuat dr.Lois yg berbeda dg konsensus umum dan caranya menyuarakan pendapatnya. Bahkan dia sdh punya bukti empiris bahwa ada pasiennya bisa disembuhkan dg caranya, yg berbeda dg cara normal. Dan, ketika membaca komentar2 Pak PS, janganlah emosi. Krn sebagian kita blm tahu siapa itu pak PS, yg berani memanggil abah DI, yg senior, kaya, mantan mentri, tanpa awalan pak atau abah atau yg lain, langsung memanggil Dahlan Iskan. Bagi budaya kita hal itu terasa kurang sopan, kecuali dilakukan oleh orang sepuh pada yg lebih muda. Bagi budaya barat hal itu biasa, semua orang memanggil orang lain langsung nama, tanpa awalan pak. Jadi saya lebih senang membayangkan pak PS ini orang yg lebih sepuh dari pak DI, atau orang yg kelamaan tinggal di Eropa, wkwk..
Jimmy Marta
Penyakit jaman now memang beda. Dahulu di kampung djaman orang tua madih ada, jika ada sakit selalu disebut salah makan. Lainnya paling dikatakan kesambet. Karena tepat tengah hari atau pas magrib main ketempat yg ada penunggunya. Sedikit juga ada disebut karena faktor keturunan. Belakangan para ahli menyebut pikiran sebagai sumber utama penyakit. Disebut psikosomatik. Perasaan atau keluhan sakit secara fisik yg diperparah karena masalah mental. Seseorang bisa merasakan gejala tertentu saat sedang mengalami stress, cemas atau takut. Mungkin semboyan mensana in corpore sano perlu dibalik. (Tapi apanya yg dibalik… ! mensana itu tubuh pria. In Corpore sano itu dalam tubuh yg sehat…) Mari semua tetap sehat…!
donwori
kalau benar alarhumah dr. Lois meninggal krn stress akibat tekanan semasa pandemi, ya itu artinya dia cari penyakit sendiri. kalau mau anti mainstream ya silakan, tapi ga perlu juga maksa2 orang lain ngikutin cara dia. apalagi sampai mendatangi pak Doni. akibatnya stres sendiri kan? jangan salahkan juga rekan2 sealmamaternya yg mengira almarhumah punya kelainan jiwa. lha itu bisa stres sampai meninggal dunia buktinya. masih untung waktu itu ada yg mengingatkan, malah diusir.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi