Senin, 20 April 2026, pukul : 18:51 WIB
Surabaya
--°C

Deklarasi Eks FPI, HTI Palsu, NasDem: Rakyat Kecil Saja Tahu Itu untuk Menjatuhkan Anies

JAKARTA–KEMPALAN: Dua tahun jelang Pemilihan Presiden 2024, deklarasi dukungan kepada calon tertentu marak terjadi di tengah masyarakat. Namun dipastikan, sebenarnya tidak semuanya bertujuan untuk mendukung calon yang dideklarasikan tersebut.

“Kita lihat fenomena itu sekarang ini adanya dukung-mendukung. Tapi belum tentu semuanya untuk mendukung,” jelas politikus Partai NasDem Bestari Barus Jumat, 10 Juni 2022.

Dia menyontohkan aksi pawai deklarasi dukungan kepada Anies Baswedan oleh massa mengatasnamakan FPI Reborn di kawasan Patung Kuda, Jakarta, pada Senin 6 Juni 2022 dan aksi sejenis Rabu, 8 Juni 2022 di Hotel Bidakara, Jakarta oleh Majelis Sang Presiden yang mengaku eks FPI, HTI, dan mantan narapidana kasus terorisme.

“Mana mungkin untuk mendukung. Wong itu organisasi terlarang. Buktinya, panji-panjinya (sempat) dikibarkan,” jelas Bestari. Bendera tauhid yang selama ini diidentikkan dengan HTI sempat dipasang di arena deklarasi meski kemudian dicopot karena adanya protes dari peserta.

Menurutnya, jangankan kalangan atas yang melek politik, masyarakat kelas bawah saja tahu bahwa aksi deklarasi dukungan tersebut bertujuan untuk menjatuhkan nama naik baik Anies Baswedan.

“Tidak ada yang bilang mau mendukung itu. Jadi prasangka publik juga patut diapresiasi. Mereka meyakini kegiatan itu bukan sama sekali untuk mendukung Pak Anies. Lebih kepada menjatuhkan figur itu sendiri,” ungkapnya.

Terkait dengan maraknya deklarasi-deklarasi belakangan itu, dia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak gampang memenuhi berbagai undangan. Masyarakat harus cerdas dalam menyikapi setiap ajakan.

“Masyarakat itu terlahir sebagai zon politicon. Makhluk politik. Artinya di situ dituntut untuk lebih cerdas menyikapi ajakan-ajakan, agitasi, propaganda dari berbagai pihak. Kembalilah kepada khittah kita sebagai bangsa yang ramah, bangsa yang jantan, tidak mudah dihasut karena kurang ilmu, tidak mudah menghasut karena kelebihan ilmu sesat,” katanya.

Demikian juga kepada para politisi, dia mengingatkan, bahwa tugas politisi ini adalah untuk mengajak masyarakat melakukan hal-hal yang baik.

Dia mewanti-wanti jangan pula politisi berubah menjadi iblis, yang malah mengajak masyarakat ke tempat yang tidak baik, mempengaruhi orang, mengagitasi dan mempropaganda masyarakat untuk kepentingan sesaat yang dapat berujung pada perpecahan bangsa yang berkepanjangan.

“Kita kan tidak mau hancur lebur. Kita harus bersatu. Bersatu saja kita masih berat (maju) apalagi berpisah-pisah,” tandasnya. (kba)

Editor: Freddy Mutiara

 

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.