TRAWAS-KEMPALAN: Rektor Universitas Surabaya (Ubaya) Dr. Ir. Benny Lianto, M.MBA.T. menegaskan Ubaya berkiprah ikut membangun desa-desa di Kecamatan Trawas melalui program-program pengabdian yang dikoordinir oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Ubaya.
Hal itu dipaparkan Rektor Ubaya ketika memberikan sambutan di acara Peresmian Pendopo dan Museum Pawitra di Ubaya Penanggungan Center, Integrated Outdoor Campus Ubaya, Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto pada Sabtu, 4 Juni 2022.
Rektor Ubaya memaparkan kiprah Ubaya di Kecamatan Trawas tersebut di hadapan Bupati Mojokerto dr. Ikfina Fahmawati, M.Si. yang juga berkenan memberi sambutan pada kegiatan peresmian. Dengan dibantu penayangan video, Rektor Ubaya menyatakan bahwa semua desa di Kecamatan Trawas telah mendapat kegiatan dan program yang dilakukan oleh dosen ataupun mahasiswa Ubaya. Bahkan untuk beberapa desa di Kecamatan Trawas kegiatan dan program dilakukan lebih dari satu program dalam satu tahun.
Selain dari Bupati Mojokerto, pada acara Peresmian Pendopo dan Museum Pawitra juga hadir Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Provinsi Jatim Sinarto, S.Kar., M.M., beberapa kepala dinas di lingkungan Kabupaten Mojokerto, Muspika Trawas, dan para kades di Kecamatan Trawas. Hadir juga pada kesempatan itu Ketua Yayasan Universitas Surabaya Anton Prijatno S.H., Direktur IOC Prof. Ir. Joniarto Parung, M.M.B.A.T., Ph.D., dan pejabat-pejabat lain di Universitas Surabaya.

Rektor Ubaya menyampaikan berkomitmen melakukan pemberdayaan masyarakat di Jawa Timur. Ada 10 kabupaten kota yang menjadi fokus pengabdian Ubaya. Salah satunya Kabupaten Mojokerto. “Ubaya telah melakukan program-program nyata di Kabupaten Mojokerto, khususnya di Kecamatan Trawas, yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ubaya berkeinginan terus meningkatkan program-program tersebut baik secara kuantitas, maupun secara kualitas,” terang Benny Lianto.
Selanjutnya, dalam menjalankan program pengabdian masyarakat, Ubaya menekankan pada prinsip bahwa pengabdian masyarakat berbasis kebutuhan masyarakat atau wilayah, bermakna, sinergi dan berkelanjutan. “Program-program yang dilakukan oleh dosen-dosen Ubaya kami pastikan berdasarkan kebutuhan masyarakat, bukan kebutuhan dosen, sehingga program-program yang dilakukan sangat dirasakan oleh masyarakat,” papar Benny.
Bupati Mojokerto memberikan sambutan sesudah sambutan Rektor Ubaya. Beliau memberikan apresiasi atas kiprah Ubaya selama ini di Kabupaten Mojokerto, terutama di Kecamatan Trawas. Bupati Mojokerto menyatakan, “Program-program dari Ubaya, sebagaimana yang dikemukakan oleh Pak Rektor memang sangat membantu Pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam memajukan wilayah, terutama di Kecamatan Mojokerto. Karena itu, saya sangat berharap keberlanjutan program-program Ubaya tersebut. Terima kasih kepada Ubaya.”
Pada kesempatan lain, Sekretaris LPPM Ubaya Dr. Hazrul Iswadi menyatakan bahwa semua program dan kegiatan yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Ubaya pada desa-desa di Kecamatan Trawas sangat berdampak kepada masyarakat baik secara sosial maupun ekonomi. Buktinya adalah beberapa tempat wisata seperti Taman Ghanjaran (Desa Ketapanrame), Sumber Gempong (Desa Ketapanrame), Kendhi Pitoe (Desa Selotapak), dan Sky Park Hill (Desa Kedungudi) menjadi hidup, berkembang, dan ikut meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa-desa tersebut selama didampingi oleh program dan kegiatan dari Ubaya. (*)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi