Kamis, 2 Juli 2026, pukul : 15:46 WIB
Surabaya
--°C

Johny vs Amber

Sidang kasus rumah tangga ini menjadi sidang paling heboh tahun ini. Netizen dunia berkomentar berapi-api saling menyerang masing-masing kubu. Berbagai tagar bermunculan di twitter menjadi trending topic selama berhari-hari.

Sebuah kasus keluarga meledak menjadi kasus sosial yang membelah opini internasional dunia. Hal ini mirip dengan kejadian penganiayaan terhadap George Floyd pada 2020 yang kemudian melahirkan gerakan ‘’Black Lives Matter’’ (BLM) yang meluas ke seluruh dunia.

Kasus Johny vs Amber ini memunculkan kembali tagar ‘’Me Too’’  yang juga digunakan secara global untuk membuka kesadaran publik mengenai kisah-kisah perjuangan korban pelecehan dan kekerasan seksual.

BACA JUGA: Dor, Pancasila

Gaung  tagar MeToo dan  BlackLivesMatter membawa pengaruh besar dan menandai sejarah baru dalam gerakan aktivisme melalui dunia digital. Pemetaan data percakapan Me Too yang dilakukan oleh Google menunjukkan bahwa gerakan ini memiliki pengaruh global dan berhasil menurunkan tingkat kekerasan dalam rumah tangga. Hal serupa juga terjadi dalam gerakan BLM yang menciptakan solidaritas global untuk membantu serta melindungi orang-orang minoritas dari kekerasan sistematis.

BACA JUGA  Laut Itu Dalam dan Gelap, Dokter Hisnindarsyah Menerangi dengan Literasi

Kedua gerakan ini berasal dari Amerika dan berangkat dari kehidupan masyarakat termarjinalkan di Amerika. Tapi gerakan mereka beresonansi dengan banyak orang dari berbagai daerah dan latar belakang. Aktor, artis, dan selebritis yang ikut mengamplifikasi gerakan ini tidak hanya terbatas di Amerika  saja, tapi juga di negara-negara lain.

Gerakan Me Too juga meluas ke seluruh dunia sampai ke India, Korea Selatan, dan juga Thailand. Di Korea Selatan terungkap kekerasan dalam industri K-Pop yang menyebabkan berbagai tindak kriminal, mulai dari pemerkosaan, pembunuhan, dan perdagangan manusia.

Faktor yang mendukung meluasnya dua gerakan ini adalah internet dan media sosial. Media sosial memungkinkan penggunanya berbagi pengalaman secara real-time. Disandingkan dengan fitur trending di Twitter, percakapan dalam dua tagar ini bisa diketahui secara global dalam waktu yang hampir bersamaan. Eksposure media ikut memperbesar penyebaran informasi soal eksistensi dua gerakan ini.

BACA JUGA  SD LABSCHOOL UNESA SURABAYA KUASAI GOR SENAM NUSANTARA
forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.