Kamis, 2 Juli 2026, pukul : 15:46 WIB
Surabaya
--°C

Johny vs Amber

Gerakan Me Too dan BLM tidak diorganisasi secara terpusat, melainkan pada simpul-simpul aktivis yang terdesentralisasi dan terhubung. Watak pengorganisasian yang terdesentralisasi ini menjadi salah satu faktor meluasnya kampanye secara global.

Media sosial memungkinkan berbagai kalangan untuk mengorganisir gerakan dan menyesuaikannya dengan konteks geopolitik daerah mereka. Oleh karena itu, gerakan-gerakan ini cenderung bersifat cair dan tidak punya pemimpin yang hirarkis.

Gerakan Mee Too menular sampai ke Indonesia. sebuah tagar ‘’Saya Juga’’ muncul di twitter  untuk mendorong diskusi publik tentang kekerasan seksual yang semakin luas. Namun, tetap saja, di Indonesia gerakan ini dibicarakan terbatas pada mereka yang melek media sosial dan perempuan di kalangan menengah-atas, serta para aktivis gender.

BACA JUGA  SD LABSCHOOL UNESA SURABAYA KUASAI GOR SENAM NUSANTARA

BACA JUGA: FBI

Sebuah survei menunjukkan bahwa satu dari tiga perempuan Indonesia mengalami kekerasan fisik dan kekerasan seksual. Angka ini sama dengan rata-rata global yang dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Bank Dunia. Kendati demikian, perbincangan publik mengenai kasus ini relatif terbatas.

Seorang aktivis feminisme menyatakan, kombinasi dari budaya patriarki yang sangat mengakar, nilai agama yang konservatif, dan praktik penegakan hukum yang tidak sensitif gender merupakan penyebab mengapa gerakan Mee Too tidak mendapat gaung yang besar di Indonesia. Budaya patriarki dan tradisi budaya dan agama yang konservatif membuat publik merasa tabu untuk mengungkap persoalan seks dan rumah tangga ke publik.

BACA JUGA  Empat Belas Tahun Berdampingan dengan NPD: Luka yang Menempa Jiwa

Tetapi argumen feminis semacam itu tidak sepenuhnya benar. Beberapa waktu belakangan ini di media sosial banyak sekali kasus-kasus rumah tangga yang diungkap dan kemudian menjadi viral. Salah satunya adalah kisah ‘’Layangan Putus’’ mengenai perselingkuhan dalam rumah tangga. Cerita ini diikuti dengan antusias oleh ribuan orang dan kemudian diangkat menjadi cerita sinetron yang banyak digemari orang.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.