Minggu, 31 Mei 2026, pukul : 01:38 WIB
Surabaya
--°C

Dor, Pancasila

KEMPALAN: Dor. Ketuhanan Yang Mahaesa

Dor Dor. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Dor Dor Dor. Persatuan Indonesia

Dor Dor Dor Dor. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Dor Dor Dor Dor Dor. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
(Puisi Balsem, KH Mustofa Bisri)

Kiai Mustofa Bisri alias Gus Mus ialah kiai cum seniman yang punya cara khas dalam berdakwah.

Gus Mus punya gaya yang adem dan sejuk ketika memberi pengajian. Ketika membaca puisi, Gus

Mus juga adem, tapi tajam menyengat, dan punya daya humor tinggi khas kiai nahdhiyyin.

Puisinya ‘’Negeri Haha Hihi’’ bisa bikin orang ketawa sampai terpingkal. Tapi, puisi itu juga bisa bikin sakit perut karena mulas melihat tingkah korup dan bebal para pemimpin bangsa.

BACA JUGA  Gema Idul Adha 1447 H di As-Shobirin Sidoarjo: Meneladani Ululazmi, Merawat Kepedulian Melalui 22 Hewan Kurban

Haha hihi..Ada udang di balik batu, Otaknya udang kepalanya batu

Haha hihi.. Sekali dayung dua pulau terlampaui, Sekali untung dua pulau terbeli

Gajah Mati meninggalkan gading, Harimau matui meninggalkan belang, kalian mati meninggalkan hutang. Haha hihi.

Puisinya Gus Mus tajam, tapi tidak pernah menyakiti. Ia mengkritik dengan jenaka. Kumpulan karyanya, Puisi Balsem, berisi kritik-kritik yang menghangatkan badan seperti balsam, tapi bisa bikin jiwa sejuk dan adem karena jenaka. Bahkan, kritik keras terhadap pembunuhan yang dilakukan rezim represif Soeharto terhadap rakyat masih tetap bisa membuat senyum.

BACA JUGA: FBI

Dor, Pancasila! diciptakan pada akhir 1980-an ketika rezim otoritarian Soeharto berada pada puncak kekuatannya. Ketika itu, banyak kasus kekerasan oleh negara terhadap masyarakat yang menimbulkan korban jiwa, raga, dan harta. Peristiwa Waduk Kedungombo, Waduk Nipah di Madura, kasus tanah Talangsari di Lampung, masalah tanah di Jenggawah Jember, dan masih banyak lagi.

BACA JUGA  Sidoarjo Raih WTP 13 Kali Beruntun: Bukti Ketatnuya Tata Kelola di Tengah Pusaran Badai OTT Jawa Timur

Represi terhadap warga sipil itu dilakukan atas nama Pancasila, satu-satunya dasar yang dipaksakan oleh rezim untuk menjadi asas tunggal bagi semua warga negara yang berserikat dan berkumpul, yang kebebasannya dijamin oleh undang-undang dasar.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.