yusuf baktir
Abah.. Tolong dong dirapikan layoutnya. Iklan2 ini mengganggu sekali.. Apalagi yg muncul ditengah2 text bacaan..
bagus aryo sutikno
Anggap iklan itu andheng2, bikin indah wajah. Penting ora guuuede nemlok nok pipi yaa
Juve Zhang
Komentator pada ” meributkan” atribut iklan Disway yg seronok wkwkwkwk. Lah Disway saja toleran melihat komentator yg setia menulis komen nya melebihi tulisan Abah, walaupun ada batasan tapi menulis komen ber “jilid jilid” seperti demo yg ber jilid jilid. Iklan adalah ” aorta ” nya Disway ,juga komen ber ” jilid jilid” adalah “aorta” komentator, yg satu dapat duit banyak ,yg satunya dapat “kepuasan” banyak, skor 1:1 .
sinung nugroho
Di Kemayoran Jakarta ada dr. Made yg bukan saja mau dibayar seikhlasnya saja ttp tidak jarang malah “nyangoni” pasiennya. Di Bogor dulu ada dr. Junaidi yg “dibayar” pasiennya dengan singkong ketika panen
Mirza Mirwan
Waktu lahir, orangtuanya memberi nama Lie Tek Bie. Dialah dr. Lie Agustinus Dharmawan, Ph.D. Sebagai dokter spesialis bedah — S1, S2 dan S3 dari Jerman semua — andaikata mau berbisnis dengan mendirikan rumah sakit, tentu mudah saja baginya. Tetapi beliau memilih untuk mendirikan yayasan. Melalui Yayasan Dokter Peduli (doctorSHARE) ia membangun Rumah Sakit Apung pertama di Indonesia. Pekerjaan pokok beliau di RS Husada Jakarta. Tetapi secara berkala, dengan Kapal “Bahenol” yang dijadikan RS Apung beliau berlayar ke berbagai daerah terpencil untuk melayani masyarakat, utamanya yang tidak mampu. Sayangnya, setahun yang lalu RS Apung itu tenggelam di Teluk Sape, Sumbawa. Di Indramayu ada dr. S. Wijaya. Pada papan nama praktek dokter tertulis: Untuk orang miskin; Bayar seikhlasnya, taruh ke dalam kotak; Tidak usah membayar bagi yang tidak punya uang. Di Abepura, Papua, ada dr. FX Sudanto, yang dikenal sebagai “dokter seribu rupiah”. Di Surabaya ada dr. Michael Leksodimulyo yang disebut sebagai “dokter gelandangan” karena suka memberi layanan kesehatan kepada orang-orang terlantar. Dan masih banyak dokter lain yang tidak mata duitan seperti itu. “Kewajiban utama seorang dokter itu menolong orang yang sakit. Bukan untuk mengumpulkan kekayaan. Seberapa banyak uang yang bisa dikumpulkan, akhirnya ditinggalkan juga bila mati,” begitu konon nasehat dr. Oen Boen Ing kepada yuniornya di RS Panti Kosala dulu — kini RS dr. OEN.
Jo Neka
Kembali ke Adagium modern.Keuangan yang maha kuasa.
Juve Zhang
Ir. Jokowi jagoan ku sudah memberi instruksi ke pak Teten Masduki Menteri Koperasi agar membangun pabrik migor kelas rakyat di Riau, Jambi, Kalteng, sebuah terobosan otak cemerlang, badan kurus , makanan nutrisi 80% masuk otak, otak ber putar putar, untuk Rakyat, bukan otak ber putar putar nyari celah KORUPSI.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi