Kamis, 25 Juni 2026, pukul : 05:25 WIB
Surabaya
--°C

Kuku Mulut

Indro yakin sapi yang ia teliti itu bukan sapi yang pernah mendapat vaksinasi. Anti bodi itu bukan dari hasil vaksinasi. Kan program vaksinasi sudah sangat lama tidak dilakukan lagi.

Laporan Indro itu menggemparkan. Diam-diam. Di dalam selimut kalangan peneliti. Pun kalau keluar selimut hanya sampai di sekitar ranjang pejabat terkait.

Indro disuruh diam. Jangan sebarkan-sebarkan hasil penelitiannya itu. Indonesia akan malu kepada dunia. Ia pun kian tidak diberi proyek penelitian.

Dan Indro akan ”dibantai”.

BACA JUGA: Monas Lokal

Lewat penelitian tandingan.

Dilakukanlah penelitian lanjutan di Jawa Tengah. Oleh pihak lain. Di area lain. Yang penting, hasilnya bisa untuk menyenangkan yang harus disenangkan. Termasuk pedagang besar daging dari Australia. “Tidak ditemukan PMK di Indonesia, berarti impor daging hanya dari Australia mendapat alasan terkuat”.

BACA JUGA  Tren Novel Online: Menantu versus Mertua

Maka perdagangan daging di Indonesia pun kukuh: tetap harus dari daging negara bebas PMK seperti Australia.

Diam-diam Indro berangkat ke Jawa Tengah. Swadaya. Sekalian mudik. Ia melakukan penelitian di Jateng. Jiwa penelitinya tidak tersandera oleh anggaran proyek.

Hasilnya?

“Sekitar 20 persen juga yang memiliki antibodi PMK,” ujarnya.

Maka status Indro bukan lagi tidak disukai. Ia sudah tergolong dianggap pembangkang. Ia ditekan untuk merahasiakan hasil penelitiannya itu. Ia diperlakukan seperti virus –dijauhi.

Indro pun berpikir untuk mengundurkan diri dari lembaga itu. Apalagi ketika di belakang hari ada peristiwa lain. Sejenis. Di bidang lain. Yang lebih penting. Ia benar-benar mundur.

Ia jadi peneliti independen. Dengan hidup seadanya.

Apalagi pengurusan bea siswa yang sudah lama diajukan dikabulkan. Indro berangkat ke Australia. Memperdalam ilmu virus di sana. Magang di seorang guru besar ternama.

BACA JUGA  Topeng Narsistik Makin Lihai Seiring Usia

Pulang dari Australia Indro tetap jadi peneliti independen. Jadi orang biasa. Dengan mobil 1500 cc-nya.

Indro tidak berhenti menggeluti virus. Itu cinta dalam. Hidupnya. Ia tetap tenggelam di laboratorium. Termasuk ketika Covid masuk ke Indonesia. Ia melakukan penelitian sendiri. Sampai melahirkan “Protokol Rakyat” –cara menghindari Covid yang lebih sederhana dan murah dibanding Prokes pemerintah (Disway 19 Juli 2021).

Kini, pemerintah sudah mengakui: PMK memang sudah masuk Indonesia. Sudah menjadi berita media. Gubernur Jatim Indar Parawansa sampai keliling ke peternak. Ia minta pusat segera turun tangan. Ahli segera bertindak.

Saya menghubungi Warijan. Ia yang dulu menyuruh istrinya berhenti sebagai buruh pabrik. Untuk jadi pedagang kecil. Di desanya. Di luar kota Mojokerto.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.