JAKARTA–KEMPALAN: Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie menilai, konstelasi politik Pilpres 2024 akan dipenuhi dengan persaingan antar kepala daerah di Pulau Jawa.
Jerry lantas menyebut nama-nama kepala daerah potensial dari Pulau Jawa antara lain, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Dua nama yang disebut di awal ini paling menonjol dalam survei bursa capres yang dirilis sejumlah lembaga, mengungguli elektabilitas Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa maupun Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
“Jika melihat road mapping politik saat ini, tetap daerah perang politik di Jawa tetap seru,” ucapnya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Senin, 23 Mei 2022.
Hal ini, demikian kata Jerry, melihat dari banyaknya jumlah pemilih di lumbung suara. Di mana Jawa Barat memiliki potensial pemilih terbanyak yakni 33,2 juta.
Kemudian, Jawa Timur dengan 30,9 juta suara, Jawa Tengah 27 juta, Jakarta 7,7 juta, Banten 7,4 juta, dan Jogja 2,7 juta. Sehingga jika ditotal menjadi 108,9 juta.
“Bisa dibilang pemilih di Pulau Jawa hampir 60 persen dari 192 juta pemilih pada Pilpres 2019 lalu,” imbuh Jerry.
Dengan kata lain, pasangan calon dengan tingkat keterpilihan paling tinggi di Pilpres 2024 adalah mereka yang memiliki latar belakang kepala derah.
“Jika Khofifah-Ridwan (63 juta), Ganjar-Anies (34 juta), Anies-Ridwan (40 juta), Khofifah-Anies (37 juta), Ridwan-Khofifah (60 juta),” terang Jerry.
Hanya saja sekalipun ada koalisi potensial yang disebutkannya itu, akan sangat berat ketika dua figur ini muncul dalam bursa pilpres mendatang.
Mereka adalah Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto dan putri Ketua Umum DPP PDI-P Puan Maharani.
“Lawan tangguh juga jika Prabowo-Puan ditandemkan. Alasannya sederhana, kedua arai ini menguasai parlemen selain Golkar. PDIP meraup 128 kursi dan Gerindra 78 kursi pada pemilu lalu,” ungkap Jerry.
Apalagi jika dilihat dari gelagat Gerindra dan PDI-P yang terlihat mesra usai Pilpres 2019, dibarengi dengan bergabungnya Prabowo di kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo.
“Jika dilihat gelagat Prabowo dengan merapat ke koalisi PDI-P. Ini setidaknya sinyalemen red and white akan berafiliasi politik,” demikian Jerry.
Data Survei Capres 2024
Elektabilitas Gubernur Anies berhasil mengungguli Prabowo maupun Ganjar Pranowo dalam survei simulasi pasangan Capres-Cawapres 2024 yang dirilis Indo Riset, Kamis, 19 Mei 2022.
Peneliti lembaga Indo Riset Roki Arbi mengatakan, Gubernur Anies selalu menang dalam simulasi yang digelar Indo Riset, baik simulasi head to head maupun tiga pasangan calon.
Simulas Head to Head (A)
Misalnya dalam simulasi head to head, Gubernur Anies dipasangkan dengan Menparekraf Sandiaga S Uno melawan duet Ganjar dan Menteri BUMN Erick Thihir.
Hasilnya, pasangan Anies-Sandiaga meraih dukungan mayoritas mencapai 49,5 persen. Sedangkan elektabilitas Ganjar-Erick hanya sebesar 38,5 persen.
Gubernur Anies juga menang jika dipasangkan dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY (47,7 persen), jika melawan Ganjar-Erick yang memiliki tingkat keterpilihan sebesar 39,6 persen.
“Ketika Anies dengan RK (Gubernur Jawa Barat Ridwa Kamil) melawan Ganjar dan Erick Thohir, kemungkinan menangnya juga tinggi,” ungkap Roki Arbi.
Simulasi Head to Head (B)
Dalam simulasi lain, Gubernur Anies yang dipasagkan dengan Sandiaga juga menang jika melawan pasagan Ganjar-Ridwan Kamil dengan persentase 46,0 persen dan 42,4 persen.
Lagi-lagi Gubernur Anies menang jika dipasangkan dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (44,5 persen) berhadapan dengn Prabowo-Abdul Muhaimin Iskandar (40,5 persen).
Tambahan informasi, survei Indo Riset digelar pada 11-17 April 2022. Metodologi survei yang digunakan adalah multistage random sampling.
Data sample diambil dari data BPS 2021. Jumlah sample sebesar 1.100 dengan data yang valid sebanyak 1.096. Margin of error survei sebesar 2,96 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (kba)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi