OLEH:
Ibu Nyai Dr. Hj. Mihmidaty Ya’cub
KEMPALAN: Surah Al-Baqarah adalah surat ke dua dalam Al-Qur’an. Surah ini terdiri dari 286 ayat, 6.221 kata dan 25.500 huruf serta tergolong dalam surah Madaniah. Surah ini juga merupakan surah dengan jumlah ayat terbanyak dalam Al-Qur’anul Karim.
Sebagian ayat dari surah ini yaitu ayat ke 284-286 adalah ayat yang paling sering dibaca oleh orang Islam. Ayat 284 menerangkan bahwa Allah SWT adalah pemilik segala sesuatu yang berada di langit dan bumi baik berupa kerajaan, makhluk dan juga aturannya. Allah SWT akan menghisab setiap kejahatan atau keburukan manusia baik yang ditampakkan maupun yang disembunyikan.
Allah SWT memberikan ampunan dan siksaan kepada hamba-hamba-Nya yang dikehendaki. Hisab tidak hanya dilakukan karena suatu niat, dan niat itu tidak berhubungan dengan anggapan, perkataan atau tindakan, melainkan berhubungan dengan beberapa perkara yang tempatnya mutlak berada dalam hati seperti meragukan Allah SWT atau agama, munafik, berdusta, riya’ atau menyembunyikan kesaksian.
Al-hisab secara bahasa berarti al-‘addu wa al-muhasabatu yang artinya hitungan, perhitungan. Kata hisab dapat dipahami sebagai usaha menghitung-hitung amaliah negatif diri. Bila meruntut dari bahasa, kata hisab berarti menghitung, sementara menurut pengertiannya sendiri, hisab atau Yaumul Hisab artinya hari perhitungan di mana Allah SWT memperlihatkan kepada kita amalan-amalan yang diperbuat semasa hidup.
Saat Yaumul hisab, amalan baik dan amalan buruk yang telah dilakukan akan diperlihatkan dan dihitung. Hal ini dilakukan untuk menentukan apakah seseorang layak mendapat keridhaan Allah SWT lalu masuk surga, atau sebaliknya.
Pada yaumul hisab, Allah SWT akan berlaku seadil-adilnya. Selain itu, manusia pun tidak dapat berbohong atau mengada-ada karena semua amalan tersebut sudah dicatat oleh malaikat. Ketika menjawab pertanyaan saat hisab, bukan mulut yang berbicara, tapi anggota tubuh lainya, sebagaimana firman-Nya dalam Surah Yasin ayat 65 yang artinya, “Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberikan kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.”
Semua manusia akan menerima catatan amalnya. Proses penerimaan catatan tersebut pun berbeda-beda. Ada yang menerima dari kanan, kiri maupun belakang. “Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira. Adapun orang yang diberikan kitabnya dari belakang, maka dia akan berteriak “Celakalah aku”. Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala.”
Sebelum memasuki peristiwa Yaumul hisab, manusia akan berkumpul di padang Mahsyar. Riwayat mengatakan, saat itu jarak matahari dan manusia hanya satu jengkal. Pada saat itu kondisi manusia sangat bergantung dengan amal perbuatannya di dunia. Hal ini berarti, proses perhitungan amal akan terasa lebih cepat dan mudah bagi mereka yang selalu melakukan amal kebaikan dan ibadah.
Sementara itu, bagi mereka yang sepanjang hidupnya terbiasa melakukan dosa dan kemaksiatan akan ditimpa rasa penyesalan yang amat dalam. Mereka akan menerima catatan amal di tangan kiri lalu dimasukkan ke dalam neraka. “Dan Adapun orang yang kitabnya di berikan di tangan kirinya, maka dia berkata ‘Alangkah baiknya jika kitabku (ini) tidak diberikan kepadaku.’ QS. Al-Haqqah ayat 25.
Namun sebaliknya, orang-orang yang senantiasa taat dan beramal sholeh diberi catatan amal perbuatannya di tangan kanan hingga diberi kemudahan dalam proses perhitungan. Hal ini sebagaimana Firman Allah SWT dalam surah Al-Insyiqaq ayat 7-8, yang artinya, “Maka Adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah kanannya, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah.”
Lalu amalan apakah yang kelak pertamakali akan diperiksa atau dihisab ? Kelak pada hari kiamat yang pertama kali diadili dan diputuskan dari perkara-perkara yang berhubungan antara seorang hamba dan hamba yang lain adalah masalah darah. Sementara itu, perkara yang pertamakali diadili dan diputuskan dari perkara yang berhubungan antara seorang hamba dan Rabb-Nya, Allah SWT, adalah masalah sholat. “Sesungguhnya amalan hamba yang pertama kali dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Jika shalatnya baik maka dia pasti beruntung. Namun jika rusak shalatnya maka dia pasti merugi.” (HR. Tirmidzi).
Setelah selesai pemeriksaan amalan shalatnya, amalan selanjutnya yang akan diperiksa adalah amalan yang berkaitan dengan hak manusia, yaitu hubungan manusia yang satu dengan yang lainnya semasa hidupnya. Rasulullah SAW bersabda yang artinya, “Perkara pertama yang akan diputuskan di antara manusia dengan manusia yang lain pada hari kiamat adalah masalah darah.” (HR. Bukhari-Muslim). Sesungguhnya darah seorang Muslim itu terjaga. Bahkan, kehormatan darah seorang Muslim itu seperti terhormatnya hari Arafah, terhormatnya bulan Dzulhijjah, dan terhormatnya negeri kota (Makkah).
Amirul mukminin Umar Ibn al-Khattab mengingatkan: “Hitunglah (amal) diri kalian semua sebelum kalian semua dihisab.” Semoga Allah SWT mudahkan hisab kita dan sampaikan kita ke Surga-Nya. Aamiin
(*)
Transkrip


Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi