Selasa, 21 April 2026, pukul : 04:29 WIB
Surabaya
--°C

Menyedihkan, 80% Anak-anak di Jalur Gaza Alami Depresi

Ilustrasi Anak-Anak di Gaza-UN News

GAZA-KEMPALAN: 4 dari 5 anak-anak di Gaza mengalami depresi—berdasarkan laporan terbaru dari komunitas internasional bernama Save The Children.

Dalam laporan yang berjudul ‘Trapped’ (Terj: Terjebak), Komunitas Save The Children melakukan wawancara kepada 488 anak dan 168 orang tua serta panti asuhan di Gaza.

Laporan tersebut juga sudah sempat dilakukan sebelumnya pada tahun 2018 silam.

Pada laporan terbaru ini, dapat dilihat bahwa kondisi mental dari anak-anak, remaja dan pengurus panti asuhan telah menurun secara drastis dibandingkan laporan 4 tahun lalu—dengan penurunan dari 55% ke 80%.

Dalam detailnya, disebutkan bahwa 84% anak-anak di Gaza mengalami ketakutan, 80% merasa gugup, 77% merasa sedih dan 78% merasa kesal.

Kemudian juga terdapat fakta yang menyedihkan bahwa hampir setengah anak-anak yang diwawancarai selalu memiliki niat untuk bunuh diri.

3 dari 5 anak-anak di Gaza juga dikatakan sudah melakukan self-harm (Menyakiti dirinya sendiri).

Salah satu alasan penurunan kualitas mental dari anak-anak di Gaza adalah karena kurangnya akses publik—mulai dari kesehatan, pendidikan hingga lainnya.

Terlebih lagi dengan adanya blokade dari Israel—yang membuat mereka tidak bisa kemana-mana.

Dalam wawancara yang dilakukan ke panti asuhan, komunitas Save The Children juga menemukan data bahwa 79% anak-anak di Gaza mengalami ‘Ngompol’ dan 59% diantaranya mengalami kesulitan berbicara.

Disimpulkan bahwa kedua hal tersebut terjadi karena adanya trauma atau kekerasan yang dialami.

Kedua hal tersebut juga dapat menjadi penghambat pertumbuhan anak-anak di Gaza.

“Bukti fisik dari mereka—‘Ngompol’ dan kesulitan berbicara—menjadi hal yang menyedihkan dan harus menjadi pemantik dunia internasional untuk lebih peduli kepada mereka” ucap Direktur Save The Children cabang Palestina.

Save The Children juga sudah meminta pemerintah Israel untuk segera mengangkat semua blokadenya—dengan alasan untuk masa depan anak-anak di Gaza.

“Kami memanggil kepada semua pihak yang ada—terlebih lagi yang berkaitan dengan konflik, serta untuk mengambil langkah lebih untuk melindungi anak-anak serta keluarga yang memang memiliki hak mendapatkan keamanan. Kami meminta untuk menghentikan semua konflik di Gaza yang menjadi faktor terbesar penyebab turunnya kesehatan mental bagi anak-anak dan keluarga di Gaza” ucap tambah Direktur Save The Children.

 

(Aljazeera/SaveTheChildren, Muhamad Nurilham)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.