Senin, 4 Mei 2026, pukul : 10:47 WIB
Surabaya
--°C

Ojo Kesusu

Dalam berbagai survei yang dilakukan lembaga konsultan politik nama Ganjar Pranowo selalu konsisten berada pada tiga besar bersama Anies Basweda dan Prabowo Subianto. Ganjar pun menjadi ‘’front runner’’ pelari terdepan, yang dijagokan untuk bisa memenangkan pilpres menggantikan Jokowi.

Dua tokoh ini mempunyai kedekatan pribadi dan banyak punya kecocokan. Sebagai sesama orang Jawa keduanya mempunyai background budaya yang sama. Baik Jokowi dan Ganjar sama-sama ‘’menguri-uri’’ budaya Jawa dan akrab dengan berbagai ritual Jawa, termasuk yang berbau mistik maupun klenik.

Sebagai sesama kader dan petugas partai Jokowi dan Ganjar memahami betul postur dan anatomi partainya sehingga sama-sama berhati-hati untuk berbicara mengenai pilpres 2024. Publik tahu bahwa Jokowi punya preferensi yang lebih condong ke Ganjar, tetapi PDIP sebagai induk mereka sampai sekarang masih tetap keukeuh menolak Ganjar.

BACA JUGA: Laut Bercerita

Jokowi dan Ganjar tidak akan berani menentang partainya secara terbuka. Secara terbuka Bambang Pacul, ketua bidang pemenangan PDIP, sudah menempatkan diri sebagai penghalang Ganjar. Secara terbuka Pacul mengritik upaya Ganjar yang dianggapnya ‘’kesusu’’ menampilkan diri sebagai bakal calon presiden.

Bambang Pacul yang juga menjadi ketua PDIP Jawa Tengah sengaja mengisolasi Ganjar dengan tidak mengundangnya di beberapa acara penting. Pada acara halal bihalal Ganjar tidak diundang. Pada sebuah kesempatan Pacul mengritik Ganjar secara terbuka dengan menyebutnya ‘’banter dan keminter’’ terlalu cepat dan sok tahu.

PDIP tentu menyiapkan tiket untuk Puan Maharani yang sudah didesain untuk menjadi putri mahkota. Tapi, Puan tidak kunjung beranjak dari posisi jurukunci dalam berbagai survei. Posisi Puan tidak bergerak dari nol koma atau satu koma, sementara Ganjar selalu konsisten double digit di atas 20 persen.

Posisi elektabilitas Ganjar dengan Puan ini bukan hanya seperti langit dan bumi, tapi sudah seperti langit dan sumur. Posisi Puan tenggelam dan sulit diangkat. Berbagai hal dicoba, mulai dari tebar baliho sampai bagi-bagi sembako. Hasilnya tetap sama, seperti mendorong  mobil mogok, elektabilitas Puan tidak bergerak.

Megawati Soekarnoputri sebagai mami dan yang empunya partai tetap membela sang putri. Mega pun mengancam akan memecat siapa saja yang tidak tegak lurus dengan perintah partai. Mega tidak menyebut nama, tapi jelas targetnya adalah Ganjar.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.