HANOI-KEMPALAN: Sejarah manis dituliskan Andakara Prastawa dkk dalam tim basket SEA Games 2021 Vietnam, Minggu petang (22/5). Untuk kali pertama lagu kebangsaan “Indonesia Raya” berkumandang di arena bola basket.
Di Thanh Tri District Sporting Hall, Hanoi, tim basket Indonesia menuntaskan penantian medali emasnya setelah menundukkan tim favorit Filipina dengan skor tipis 85-81. Ini jadi medali emas pertama Indonesia sejak cabor bola basket dipertandingkan dalam SEA Games 1977.
Pencapaian kali ini juga menghentikan dominasi Filipina dalam cabor basket putra SEA Games. Karena, dalam 13 edisi terakhir ajang multievent antarnegara Asia Tenggara itu berlangsung, ke-13 edisi itu mampu dimenangi Filipina.
Dengan melihat penampilan anak asuhnya, pelatih tim basket putra Indonesia Milos Pejic sudah konfiden bahwa Indonesia bisa jadi raja baru bola basket dalam ajang SEA Games menggantikan Filipina.
’’Medali emas ini (SEA Games) adalah medali emas yang pertama, aku harap ini bukanlah emas yang terakhir bagi Indonesia ke depannya,’’ harap Pejic. Sekadar diketahui, Filipina bukan hanya tim basket terbaik di Asia Tenggara, juga yang terkuat di Asia.
Makanya, Pejic pun menyebutkan anak asuhnya akan mampu bersaing di level kompetisi yang lebih tinggi. ’’Syaratnya sederhana, kami harus memainkan permainan yang bagus dan itu paling penting untukku,’’ sambung pelatih berkebangsaan Serbia itu.
Dia pun memuji kondisi fisik anak asuhnya yang dia anggap cukup stabil. Sepanjang ajang SEA Games ini, Indonesia harus memainkan enam pertandingan beruntun dalam kurun waktu selama sepekan.
Kondisi tersebut juga belum ditambah dengan kerasnya latihan yang mereka jalani dari periode latihan di Jakarta sebelum bertolak menuju ke Hanoi. ’’Selamat kepada para pemain, mereka saat ini sudah memberikan 100 persen setiap pertandingannya,’’ puji Pejic.
Sukses ini juga tidak bisa dilepaskan dari datangnya lima pebasket naturalisasi. Sejak November 2020, PP Perbasi sebagai induk cabor bola basket menaturalisasi lima pebasket seperti Brandon Jawato, Lester Prosper, Dame Diagne, Serigne Modou Kane, dan Marques Bolden. Diagne dan Modou sama-sama masih berusia 16 tahun saat berpaspor Indonesia. (NOC Indonesia, Yunita Mega Pratiwi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi