Senin, 4 Mei 2026, pukul : 09:38 WIB
Surabaya
--°C

Miing Bagito Pasca Bypass: Alhamdulillah, Operasi Lancar

KEMPALAN: Pasca operasi bypass jantung, kondisi komediian terkenal Tubagus Dedi Suwendi Gumelar
alias Miing Bagito ( 64) berangsur membaik. Sabtu (21/5) pagi Miing menjalani operasi di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara. Tindakan medis komedian yang juga politikus itu ditangani tim dr dr Utoyo Lubiantoro Sp JP dan dr. Arianto Bono Sp BTKV (Bedah Toraks & Kardiovaskuler).

“Operasi berlangsung enam jam, mulai sekitar jam 8 pagi ” update Muammar Khadafi, putra Miing, Minggu (22/5) pagi. Dafi, begitu biasa dipanggil, menambahkan, proses siuman Miing pun cepat. “1,5 – 2 jam udah melek,” sambungnya.

Surprise

Saat tengah berjalan santai hari Minggu di pedesterian jalan Elizabeth Street, City, Melbourne sambil menikmati sinar matahari di tengah cuaca dingin 15 derajat celcius, Miing bikin suprise. Dia mengontak sendiri lewat video call.

“Assalamu’alaikum Bang. Terima kasih atas perhatiannya. Saya sudah jalani operasi. Sekarang tahap pemulihan, masih lemes. Tapi, Alhamdulillah operasi on the track, semua indikasi yang berhubungan dengan operasi itu baik, ” cerita Miing, Minggu (22/5) siang. Namun, suaranya memang kedengaran masih lemah. Maka, tidak lama berbicara, segera saya menukas. “Sudah, Miing harus banyak istirahat dulu,” saya mengingatkan.

Siap Mental

Diberitakan sebelumnya, Miing memohon doa dari seluruh masyarakat sehubungan operasi bypass jantung yang dijalaninya Sabtu pagi di RS.

Permohonan itu beredar dalam format video di media sosial. Tayang di berbagai WhatsApp Group ( WAG)termasuk WAG Artis “C-Nior” tempat Miing sehari-hari berinteraksi dengan kawan-kawannya sesama seniman.

BACA JUGA: Miing Bagito Akan Jalani Bypass Jantung, Minta Dimaafkan

Miing mengaku sengaja membuat dan membagikan video tersebut. Tujuannya, pertama- tama meminta didoakan oleh sanak keluarga, sahabat, kerabat, dan seluruh masyarakat agar selamat menjalani operasi. Tujuan kedua, berharap dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya, dan keikhlasan seandainya operasi itu gagal dan malah menjadi hari terakhirnya.

“Bypass ini ibarat one way ticket buat saya. Saya sudah 64 tahun. Sebagai orang beriman saya harus menyiapkan mental sekaligus jika hasilnya fatal. Merenggut jiwa, misalnya. Artinya takdir hidup saya memang sudah berakhir,” terangnya Jumat (20/5) sambil mengutip Nasihat Nabi tentang orang cerdas selalu mengingat kematian. Ada tekad kuat untuk sembuh, tapi juga terasa ada perasaan gentar menghadapi operasi bypass itu. Namun, siapa pula yang tak gentar dihadapkan dengan kondisi menghadapi operasi jantung?

“Kita semua memang punya batas umur, tapi tak tahu kapan akhirnya. Maka benar kata Nabi: Hanya orang cerdas yang selalu mengingat mati,” sambungnya lagi.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.