Menu

Mode Gelap

kempalanalisis · 16 Mei 2022 12:35 WIB ·

Anies Hanya Kalah Kalau Gak Nyapres?


					Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Instagram.com/@aniesbaswedan) Perbesar

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Instagram.com/@aniesbaswedan)

KEMPALAN: Ada kabar seorang pensurvei ditanya tentang apa yang menyebabkan Anies kalah. Ia menjawab: Anies kalah kalau tidak nyapres.

Kabar ini bisa benar, bisa juga salah. Tapi, lihat fakta selama ini, dan juga data yang ada, Anies merupakan kandidat yang secara logika telah memenuhi sejumlah syarat untuk menang.

Anies punya integritas, kapasitas dan elektabilitas yang tidak kalah dengan kandidat lain. Kalau ada selisih elektabilitas, itu tipis sekali. Sampai di sini, Anies punya syarat untuk berkompetisi. Ini penting, karena tidak akan ada kemenangan tanpa kompetisi.

Ada sejumlah hal potensial yang membuat Anies peluangnya lebih besar untuk menang. Pertama, Anies punya magnet sosial yang luar biasa. Dimana ada Anies, di situ ada antusiasme dan optimisme massa. Ini boleh dibilang sebuah ekspektasi yang sangat besar. Inilah yang disebut kharisma atau kewibawaan. Ini bawaan lahir. Orang Jawa bilang: bawaan orok. Para akademisi menyebut taken for granted.

Magnet massa ini berpotensi mempengaruhi persepsi publik bahwa Anies yang dikehendaki rakyat. Ini dapat menarik undecided voters (para pemilih yang belum menentukan pilihan) yang jumlahnya rata-rata di atas 15 persen. Bahkan berpotensi terjadinya swing voters atau pemilih yang beralih ke Anies.

Kedua, Anies punya track record atau rekam jejak yang marketable. Mudah dijual. Anies punya prestasi di mata dunia Internasional, terlebih prestasi di dalam negeri. Rekam jejak Anies sejak menjadi ketua OSIS se-Indonesia, ketua Senat UGM, memimpin LSM Indonesia Mengajar, dan Turun Tangan, hingga menjadi Rektor Paramadina, Mendikbud dan terutama prestasi serta penghargaan Anies ketika menjadi Gubernur DKI Jalarta 2017-2022

Ketiga, Anies punya gagasan-gagasan out of the box. Sejumlah gagasan Anies terealisir di DKI dan sukses memukau rakyat. Jaklingko, Go Green, Formula E dan JIS (Jakarta International Stadium), transportasi bebas polusi (sepeda dan pejalan kaki), adalah bagian dari terobosan yang banyak mendapat apresiasi.

BACA JUGA: Anies Baswedan Ultah ke-53, Indonesia Menunggu Kiprah Presiden Baru

Keempat, Anies memiliki kemampuan berkomunikasi di atas rata-rata. Public speaking-nya sangat bagus. Video Anies selalu terbesar viewers-nya di antara kandidat-kandidat yang muncul. Singkat, padat dan sangat berbobot.

16 oktober 2022 Anies tidak lagi menjabat. 11 bulan kemudian, tepatnya 7-13 September 2023 pendaftaran Pilpres dibuka. 11 bulan ini menjadi kesempatan yang bisa dimanfaatkan Anies untuk keliling Indonesia. Dengan kharisma dan kemampuan komunikasinya yang bagus, Anies bisa mengambil suara dari undecided voters dan swing voters. Teriakan “Anies Presiden” mungkin akan menggema di seluruh pelosok Nusantara. Dalam hal ini Anies terlihat sebagai “Hero“.

Gagasan out of the box yang menunjukkan tungkat kecerdasan, dan public speaking yang sangat bagus ini juga akan sangat berpengaruh ketika debat capres. Jika terjadi debat Capres-cawapres 5 kali di pilpres, ini bisa menggiring suara ke Anies. Sebab, saat debat pilpres, mayoritas rakyat menyaksikan dan mendengarkan langsung kemampuan paslon menjawab pertanyaan, mengungkapkan gagasan dan menggambarkan masa depan bangsa.

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Beda Lumur Tinja, Antara Jakarta dan New York

1 Juli 2022 - 13:41 WIB

Sulitnya Kejar Warisan Rp737 Triliun

30 Juni 2022 - 16:17 WIB

Hasto dan Tukang Bakso

30 Juni 2022 - 11:49 WIB

Munculnya Guru Besar Rasa Buzzer

30 Juni 2022 - 07:35 WIB

Anies dan Holywings

29 Juni 2022 - 14:42 WIB

Pembunuh Sadis di Tangsel Terlacak Sinyal

29 Juni 2022 - 14:01 WIB

Trending di kempalanalisis